SulawesiPos.com – Nama Ricky Pratama selama ini identik dengan talenta muda menjanjikan milik PSM Makassar.
Namun, sorotan terhadap penyerang tersebut kini tak hanya datang dari lapangan hijau, melainkan juga dari persoalan hukum yang telah menyeret dirinya.
Di tengah sorotan atas kasus yang sedang berjalan, sosok Ricky Pratama sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup baik sejak usia muda.
Lahir di Sidoarjo pada 6 Mei 2003, Ricky tumbuh sebagai pemain dengan karakter menyerang yang agresif dan mobilitas tinggi di lini depan.
Bersama PSM Makassar, ia dikenal sebagai penyerang yang bisa bermain fleksibel, baik ujung tombak maupun winger.
Postur tubuh setinggi 178 sentimeter dengan kaki dominan kanan membuarnya cukup ideal untuk duel satu lawan satu maupun pergerakan tanpa bola di area pertahanan lawan.
Nama Ricky mulai benar-benar mencuat saat menjadi top skor Elite Pro Academy (EPA) U-18 2021, sebuah pencapaian yang membuka jalannya menuju level profesional.
Meski masih berusia muda, ia dinilai memiliki fleksibilitas bermain di beberapa posisi lini depan, keunggulan membuatnya kerap dipercaya sebagai opsi rotasi.
Di level internasional, Ricky juga langganan memperkuat umur Timnas Indonesia U-20.
Ia sempat bekerja di bawah arahan Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg.
Dalam periode tersebut, Ricky mengikuti pemusatan latihan jangka panjang di Eropa, termasuk Turki dan Spanyol.
Kasus yang Menjerat Ricky Pratama
Namun, di tengah perjalanan kariernya, Ricky dilaporkan ke Polda Sulsel oleh seorang perempuan berinisial AD terkait dugaan penganiayaan.
Kuasa hukum korban, Eko Saputra, membenarkan adanya laporan yang diajukan terhadap Ricky Pratama.
“Betul, siang tadi kami ke Polda Sulsel. Kami sudah melaporkan RP dugaan penganiayaan,” ujar Eko Minggu (15/2/2026) dikutip dari Jawa Pos Group.
Laporan tersebut memicu perhatian publik, khususnya para pendukung Juku Eja, mengingat status Ricky sebagai salah satu aset muda potensial klub dan tim nasional.
AD dan terlapor diketahui memiliki hubungan asmara selama lima bulan sebelum kejadian tersebut terjadi.
Sebelumnya, dalam unggahan yang disebar akun Threads @_myamoureeeee pada 10 Februari 2026, menyebut, korban mengalami kekerasan berupa bantingan dan cekikan saat pertengkaran memuncak.

