25 C
Makassar
16 February 2026, 8:43 AM WITA

Al-Markaz Makassar Hidupkan Tradisi Peradaban Lewat “Ngaji Literasi” Sambut Ramadhan 1447 H

SulawesiPos.com – Gelombang kebangkitan literasi berbasis masjid kembali menemukan panggungnya ketika Keluarga Besar Pondok Pesantren se-Kota Makassar (FKPP) sukses menggelar program “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H”.

Dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, kegiatan ini terbuka dan gratis untuk umum serta menghadirkan pelajar, santri, komunitas literasi, mahasiswa, dan masyarakat pecinta buku dalam satu ruang intelektual yang inklusif.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Perpustakaan Masjid Al-Markaz Makassar, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Kementerian Agama Kota Makassar, dan dukungan penuh dari Gramedia.

Sehingga, acara ini mempertemukan ekosistem pendidikan formal, pesantren, industri buku nasional, dan otoritas keagamaan dalam satu simpul gerakan literasi berbasis nilai.

Sebelum puncak kegiatan, panitia telah menggelar rangkaian lomba seperti debat bahasa Arab, penulisan cerpen, serta kompetisi literasi kreatif lainnya.

Kompetisi itu dirancang untuk mengasah daya kritis, kemampuan argumentatif, serta keterampilan menulis generasi muda sebagai fondasi penting menghadapi tantangan transformasi digital dan banjir informasi.

Penyerahan sertifikat kepada para pemenang lomba literasi dalam rangkaian “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H” di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.
Penyerahan sertifikat kepada para pemenang lomba literasi dalam rangkaian “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H” di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Dalam keterangannya, H. Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Makassar, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan strategi kultural untuk menguatkan tradisi baca-tulis di kalangan pelajar dan santri.

Lebih lanjut, ia mengatakan gerakan ini sekaligus mengembalikan marwah masjid sebagai pusat peradaban ilmu sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ ketika menjadikan Masjid Nabawi sebagai pusat pendidikan dan transformasi sosial.

“Masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai ruang ritual semata, tetapi sebagai ruang intelektual yang melahirkan generasi pembaca, penulis, dan pemikir,” ujar Hasan Pinang, seraya menekankan bahwa literasi adalah fondasi utama membangun umat yang berdaya saing dan berakhlak.

Hasan menambahkan, terlebih perintah pertama dalam Islam adalah membaca. tidak hanya literasi namun juga perkembangan zaman.

“Perintah pertama dalam Islam adalah membaca, dan itu bukan sekadar membaca teks, melainkan membaca realitas, membaca perubahan zaman, serta membaca diri kita sendiri agar tidak tertinggal dalam arus globalisasi dan revolusi digital,” jelasnya.

SulawesiPos.com – Gelombang kebangkitan literasi berbasis masjid kembali menemukan panggungnya ketika Keluarga Besar Pondok Pesantren se-Kota Makassar (FKPP) sukses menggelar program “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H”.

Dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, kegiatan ini terbuka dan gratis untuk umum serta menghadirkan pelajar, santri, komunitas literasi, mahasiswa, dan masyarakat pecinta buku dalam satu ruang intelektual yang inklusif.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Perpustakaan Masjid Al-Markaz Makassar, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Kementerian Agama Kota Makassar, dan dukungan penuh dari Gramedia.

Sehingga, acara ini mempertemukan ekosistem pendidikan formal, pesantren, industri buku nasional, dan otoritas keagamaan dalam satu simpul gerakan literasi berbasis nilai.

Sebelum puncak kegiatan, panitia telah menggelar rangkaian lomba seperti debat bahasa Arab, penulisan cerpen, serta kompetisi literasi kreatif lainnya.

Kompetisi itu dirancang untuk mengasah daya kritis, kemampuan argumentatif, serta keterampilan menulis generasi muda sebagai fondasi penting menghadapi tantangan transformasi digital dan banjir informasi.

Penyerahan sertifikat kepada para pemenang lomba literasi dalam rangkaian “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H” di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.
Penyerahan sertifikat kepada para pemenang lomba literasi dalam rangkaian “Ngaji Literasi Sambut Ramadhan 1447 H” di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Dalam keterangannya, H. Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Makassar, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan strategi kultural untuk menguatkan tradisi baca-tulis di kalangan pelajar dan santri.

Lebih lanjut, ia mengatakan gerakan ini sekaligus mengembalikan marwah masjid sebagai pusat peradaban ilmu sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ ketika menjadikan Masjid Nabawi sebagai pusat pendidikan dan transformasi sosial.

“Masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai ruang ritual semata, tetapi sebagai ruang intelektual yang melahirkan generasi pembaca, penulis, dan pemikir,” ujar Hasan Pinang, seraya menekankan bahwa literasi adalah fondasi utama membangun umat yang berdaya saing dan berakhlak.

Hasan menambahkan, terlebih perintah pertama dalam Islam adalah membaca. tidak hanya literasi namun juga perkembangan zaman.

“Perintah pertama dalam Islam adalah membaca, dan itu bukan sekadar membaca teks, melainkan membaca realitas, membaca perubahan zaman, serta membaca diri kita sendiri agar tidak tertinggal dalam arus globalisasi dan revolusi digital,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/