Ia mengaku mendapat cibiran, penghakiman publik, hingga tekanan mental yang berat.
Sementara, pihak-pihak dari RS Bhayangkara yang seharusnya bertanggung jawab belum mendapatkan sanksi apa pun.
“Dokter jaga, mahasiswa koas, perawat, staf bahkan direktur rumah sakit yang harus bertanggung jawab, masih bisa melanjutkan hidup layaknya tidak ada yang terjadi,” katanya.
Hasil Visum Disimpan di Google Drive Open Access
Nira menduga dokumen visumnya itu disimpan dalam Google Drive dengan akses yang terbuka atau open access sehingga memudahkan terjadinya kebocoran data.
“Dokumen yang bersifat confidential itu tersebar luas karena ilegal access. Disimpan dengan open access. Bukankah itu kecerobohan?” ujarnya.
Lebih lanjut, ia sebagai pihak yang dirugikan menuntut tegas RS Bhayangkara Makassar untuk bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.

