25 C
Makassar
12 February 2026, 8:55 AM WITA

Anak Muda Bontoala Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, 10 Kilogram Setara 1 Liter Solar hingga Premium

Pemerintah Kota Makassar pun didorong untuk memberikan pendampingan agar inovasi serupa dapat terus berkembang.

“Inovasi seperti ini harus kita dorong dan DLH dampingi. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kepedulian, kreativitas, dan keberanian anak muda mengambil peran dalam menyelesaikan masalah kota,” jelas dia.

Pemerintah kota disebut membuka ruang kolaborasi bagi para inovator lokal, mulai dari pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, hingga akses kemitraan.

Harapannya, inisiatif ini bisa direplikasi di wilayah lain dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, langkah tersebut dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya,” ungkap Appi.

Dari Drum Besi, Lahir Energi Alternatif

Sementara itu, salah satu penggagas inovasi, Darwin, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Ia menilai masa depan pengelolaan limbah tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga kesadaran manusia.

“Ini kesadaran, kemauan, dan kreativitas masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang dihadapi saat ini,” jelasnya.

Baca Juga: 
Guru di Lampung Jadi Korban Love Scamming Pria Asal Makassar, Kenal di Medsos Sejak 2021

Darwin memaparkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM dilakukan dengan instalasi sederhana berbahan drum besi, serta memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar awal.

Pemerintah Kota Makassar pun didorong untuk memberikan pendampingan agar inovasi serupa dapat terus berkembang.

“Inovasi seperti ini harus kita dorong dan DLH dampingi. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kepedulian, kreativitas, dan keberanian anak muda mengambil peran dalam menyelesaikan masalah kota,” jelas dia.

Pemerintah kota disebut membuka ruang kolaborasi bagi para inovator lokal, mulai dari pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, hingga akses kemitraan.

Harapannya, inisiatif ini bisa direplikasi di wilayah lain dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, langkah tersebut dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya,” ungkap Appi.

Dari Drum Besi, Lahir Energi Alternatif

Sementara itu, salah satu penggagas inovasi, Darwin, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Ia menilai masa depan pengelolaan limbah tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga kesadaran manusia.

“Ini kesadaran, kemauan, dan kreativitas masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang dihadapi saat ini,” jelasnya.

Baca Juga: 
Dua Pembobol 8 Rumah dan Indekos di Makassar Ditangkap, Uang Curian Dipakai Beli Narkoba

Darwin memaparkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM dilakukan dengan instalasi sederhana berbahan drum besi, serta memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar awal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/