Fadli juga mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut, agar selalu mengutamakan keselamatan serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca saat melaut,” imbuhnya.
Rentetan Nelayan Hilang di Sulsel Saat Cuaca Ekstrem
Kasus nelayan hilang ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi di Sulawesi Selatan dalam satu bulan terakhir, seiring cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan.
Sebelumnya, seorang nelayan bernama Yanto (35) dilaporkan hilang saat memasang jaring di perairan Pantai Bosowa, Makassar, dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim gabungan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, serta masyarakat setempat,” ujar M Fadli Tahar, Senin (2/2/2026).
Yanto diketahui tenggelam pada pagi hari dan jasadnya ditemukan sekitar pukul 11.50 Wita setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
“Korban tenggelam atas nama Yanto, seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring di perairan laut,” jelas Fadli.
Selain itu, seorang anak buah kapal (ABK) bernama Muh Aidil Takbir (20) dilaporkan hilang di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, saat bekerja di kapal nelayan KM 3 Putri.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut operasi pencarian langsung dilakukan setelah menerima laporan dari keluarga korban.

