24 C
Makassar
3 February 2026, 6:47 AM WITA

Di Tengah Isu Mandek, Iuran Sampah Gratis Makassar Diam-diam Menopang Hidup Puluhan Ribu Warga Miskin

SulawesiPos.com – Di saat kebijakan publik kerap dipertanyakan efektivitasnya, program iuran sampah gratis di Kota Makassar justru terus berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat kurang mampu.

Program ini dinilai menjadi salah satu layanan dasar yang secara nyata meringankan beban ekonomi warga miskin, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Sejumlah anggapan yang menyebut program tersebut tidak lagi berjalan ditepis oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa layanan pembebasan iuran sampah masih aktif dan dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat di lapangan.

“Namun faktanya, layanan iuran sampah gratis tetap berjalan dan menjadi bentuk komitmen pemerintah kota (Pak Wali Kota) dalam menghadirkan keadilan sosial serta pelayanan dasar yang berpihak kepada rakyat,” tutur Helmy.

Ia menjelaskan bahwa penerima manfaat tidak ditetapkan secara sembarangan, melainkan melalui proses verifikasi yang ketat berbasis data resmi pemerintah.

Penetapan tersebut mengacu pada kondisi sosial ekonomi warga, khususnya ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang, yang telah disinkronkan lintas perangkat daerah.

Baca Juga: 
Makassar Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Terpadu, Pemkab Sigi Pelajari Sistem Persampahan

Untuk memastikan ketepatan sasaran, rumah tangga yang lolos verifikasi dibekali tanda pengenal khusus berupa stiker dan barcode.

Tanda tersebut berfungsi sebagai identitas resmi yang memudahkan petugas kebersihan mengenali rumah tangga penerima pembebasan retribusi saat pengangkutan sampah.

“Stiker dan barcode ini menjadi identitas resmi penerima manfaat, sehingga petugas kebersihan dapat dengan mudah mengenali rumah tangga yang mendapat pembebasan retribusi,” jelasnya.

SulawesiPos.com – Di saat kebijakan publik kerap dipertanyakan efektivitasnya, program iuran sampah gratis di Kota Makassar justru terus berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat kurang mampu.

Program ini dinilai menjadi salah satu layanan dasar yang secara nyata meringankan beban ekonomi warga miskin, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Sejumlah anggapan yang menyebut program tersebut tidak lagi berjalan ditepis oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa layanan pembebasan iuran sampah masih aktif dan dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat di lapangan.

“Namun faktanya, layanan iuran sampah gratis tetap berjalan dan menjadi bentuk komitmen pemerintah kota (Pak Wali Kota) dalam menghadirkan keadilan sosial serta pelayanan dasar yang berpihak kepada rakyat,” tutur Helmy.

Ia menjelaskan bahwa penerima manfaat tidak ditetapkan secara sembarangan, melainkan melalui proses verifikasi yang ketat berbasis data resmi pemerintah.

Penetapan tersebut mengacu pada kondisi sosial ekonomi warga, khususnya ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang, yang telah disinkronkan lintas perangkat daerah.

Baca Juga: 
Warga Katimbang Mengungsi Lebih Awal Meski Genangan Banjir Masih Rendah

Untuk memastikan ketepatan sasaran, rumah tangga yang lolos verifikasi dibekali tanda pengenal khusus berupa stiker dan barcode.

Tanda tersebut berfungsi sebagai identitas resmi yang memudahkan petugas kebersihan mengenali rumah tangga penerima pembebasan retribusi saat pengangkutan sampah.

“Stiker dan barcode ini menjadi identitas resmi penerima manfaat, sehingga petugas kebersihan dapat dengan mudah mengenali rumah tangga yang mendapat pembebasan retribusi,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/