24 C
Makassar
3 February 2026, 3:22 AM WITA

Jenazah Pramugari ATR 42-500 Diserahkan ke Keluarga, DVI Polda Sulsel Identifikasi Korban Ketiga

SulawesiPos.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi satu lagi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Korban diketahui bernama Esther Aprilita B Sianipar, pramugari berusia 26 tahun.

Jenazah Esther dijemput langsung oleh ayahnya, Adi Saputra, di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat (23/1/2026) sore.

Proses serah terima jenazah dipimpin langsung oleh Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris.

Setelah proses penyerahan selesai, peti jenazah diangkut menggunakan mobil ambulans menuju bandara.

Berdasarkan informasi yang diterima, jenazah korban akan diterbangkan ke Jakarta sebelum dibawa ke kampung halamannya di Bogor, Jawa Barat.

Kabiddokkes Polda Sulsel menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah Esther merupakan identifikasi ketiga yang berhasil dilakukan oleh tim DVI.

“Identifikasi yang ketiga pada hari Kamis, 22 Januari, pukul 23.42 WITA,” kata Haris dalam konferensi pers penyerahan tujuh kantong jenazah korban kecelakaan pesawat di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.

Baca Juga: 
Keluar Rumah Beli Nasi Kuning, Remaja di Makassar Diserang Busur Panah OTK

Haris menyebutkan, hasil identifikasi dilakukan dengan mencocokkan berbagai data post mortem dan ante mortem, termasuk data yang diperoleh dari pihak keluarga korban.

“Kantong jenazah dengan post mortem 62.B.04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri media cocok dengan nomor ante mortem 002 sebagai nama Esther Aprilita B Sianipar, usia 26, perempuan,” ungkap Haris.

SulawesiPos.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi satu lagi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Korban diketahui bernama Esther Aprilita B Sianipar, pramugari berusia 26 tahun.

Jenazah Esther dijemput langsung oleh ayahnya, Adi Saputra, di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat (23/1/2026) sore.

Proses serah terima jenazah dipimpin langsung oleh Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris.

Setelah proses penyerahan selesai, peti jenazah diangkut menggunakan mobil ambulans menuju bandara.

Berdasarkan informasi yang diterima, jenazah korban akan diterbangkan ke Jakarta sebelum dibawa ke kampung halamannya di Bogor, Jawa Barat.

Kabiddokkes Polda Sulsel menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah Esther merupakan identifikasi ketiga yang berhasil dilakukan oleh tim DVI.

“Identifikasi yang ketiga pada hari Kamis, 22 Januari, pukul 23.42 WITA,” kata Haris dalam konferensi pers penyerahan tujuh kantong jenazah korban kecelakaan pesawat di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.

Baca Juga: 
Dosen Peludah Kasir Swalayan di Makassar Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka

Haris menyebutkan, hasil identifikasi dilakukan dengan mencocokkan berbagai data post mortem dan ante mortem, termasuk data yang diperoleh dari pihak keluarga korban.

“Kantong jenazah dengan post mortem 62.B.04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri media cocok dengan nomor ante mortem 002 sebagai nama Esther Aprilita B Sianipar, usia 26, perempuan,” ungkap Haris.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/