Muhammad Arif Anwar menegaskan, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” tuturnya.
Diketahui, kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi di lereng Gunung Bulusaraung pada 17 Januari 2026. Dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat, hingga hari kelima operasi SAR, dua korban telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi, yakni Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana.
Florencia Lolita Wibisono merupakan kru pesawat, sementara Deden Maulana adalah penumpang yang tercatat sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

