Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Posko Tompo Bulu dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, baik melalui helikopter maupun jalur darat jika cuaca memburuk.
“Kita doakan bersama prosesnya bisa lancar sehingga seluruhnya diangkat menuju puncak dan dari puncak nanti kita akan evakuasi ke posko untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Dody.
Total Korban Ditemukan 8 Orang
Dengan temuan enam jenazah ini, total korban yang sudah ditemukan kini mencapai delapan orang.
“Hari ini sudah delapan korban dengan satu potongan tulang lengan. Dari medan ini berhasil karena ada enam korban yang harus kita angkat, mudah-mudahan bisa bertambah,” ujar Dody.
Dua korban sebelumnya yang sudah dievakuasi adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) dan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana.
Sementara itu, tim SAR masih membagi sektor pencarian untuk dua korban yang belum ditemukan, termasuk menyiagakan tim cadangan agar tidak ada bagian yang terlewat.
“Tetap sesuai sektor nanti ada tim rescue dan tim cadangan membantu penyelamatan. Jadi sektor yang belum mendapatkan hasil tetap menyisir dengan harapan ada bagian yang belum tersisir tidak terlewatkan,” tambahnya.
Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 10 orang, tujuh kru dan tiga penumpang, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar saat hilang kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung.
Upaya evakuasi yang menantang ini terus berlanjut di medan yang curam dan cuaca yang tidak menentu.

