Peringatan Hujan Lebat di Pangkep, Evakuasi ATR 42-500 Didukung Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Makassar

Overview

  • BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat di Pangkep dan beberapa wilayah Sulawesi Selatan mulai 20–22 Januari 2026.
  • Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak kemarin tetap mendukung evakuasi korban dan bangkai pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung.
  • Gubernur Sulsel optimistis modifikasi cuaca membantu tim SAR gabungan dan masyarakat setempat mengevakuasi korban lebih cepat meski kondisi medan terjal dan cuaca ekstrem.

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk lokasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga sangat lebat akan terjadi mulai 20–22 Januari 2026.

“Terdapat potensi hujan sedang hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar melalui akun Instagram resminya dikutip SulawesiPos.com, Selasa (20/1/2026).

Kondisi tersebut memicu upaya tambahan dari pihak terkait untuk mempercepat evakuasi korban dan bangkai pesawat.

BACA JUGA: 
Pesawat ATR Hilang Kontak, Titik Terakhir Terpantau di Leang-leang Maros

Meski demikian, BMKG Wilayah IV Makassar sebelumnya sudah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mendukung pencarian di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros dan Pangkep.

“Hal ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulsel untuk menyiapkan modifikasi cuaca dalam mempercepat evakuasi korban pesawat tersebut,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, Senin (19/1).

Overview

  • BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat di Pangkep dan beberapa wilayah Sulawesi Selatan mulai 20–22 Januari 2026.
  • Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak kemarin tetap mendukung evakuasi korban dan bangkai pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung.
  • Gubernur Sulsel optimistis modifikasi cuaca membantu tim SAR gabungan dan masyarakat setempat mengevakuasi korban lebih cepat meski kondisi medan terjal dan cuaca ekstrem.

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk lokasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga sangat lebat akan terjadi mulai 20–22 Januari 2026.

“Terdapat potensi hujan sedang hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar melalui akun Instagram resminya dikutip SulawesiPos.com, Selasa (20/1/2026).

Kondisi tersebut memicu upaya tambahan dari pihak terkait untuk mempercepat evakuasi korban dan bangkai pesawat.

BACA JUGA: 
Hadapi Pola Hujan Awal 2026, Kementan Perkuat AUTP Jaga Produksi Padi dan Lindungi Petani

Meski demikian, BMKG Wilayah IV Makassar sebelumnya sudah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mendukung pencarian di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros dan Pangkep.

“Hal ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulsel untuk menyiapkan modifikasi cuaca dalam mempercepat evakuasi korban pesawat tersebut,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, Senin (19/1).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru