Kaum bangsawan dimakamkan di titik tertinggi, sedangkan masyarakat biasa berada di bagian bawah bukit.
Sebagian makam dilengkapi jeruji besi untuk melindungi patung tau-tau dan artefak berharga dari pencurian.
Ada pula peti mati kayu yang digantung di dinding tebing, diukir dengan detail artistik sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi yang wafat.
Museum Hidup dan Kreativitas Warga
Salah satu Tongkonan di Ke’te Kesu difungsikan sebagai museum adat yang menyimpan berbagai benda bersejarah.
Koleksinya meliputi keramik Tiongkok, senjata tradisional, patung, hingga bendera pertama yang pernah dikibarkan di Toraja.
Museum ini juga membuka ruang edukasi bagi pengunjung melalui lokakarya kerajinan bambu.
Selain itu, warga Ke’te Kesu dikenal sebagai pengrajin terampil yang menghasilkan beragam suvenir, seperti hiasan dinding, perhiasan, tau-tau mini, dan senjata tradisional dengan harga yang bervariasi.
Akses ke Ke’te Kesu
Untuk mencapai Ke’te Kesu, perjalanan umumnya diawali dengan penerbangan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

