28.8 C
Makassar
19 January 2026, 13:29 PM WITA

Bocah 5 Tahun Terseret Ombak di Barombong Ditemukan Meninggal Dunia

SulawesiPos.com – Bocah berusia lima tahun, Ridho Alganiu, yang hilang terseret ombak di kawasan pesisir Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, akhirnya ditemukan pada Senin (19/1/2026).

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 09.41 WITA setelah operasi pencarian intensif yang memasuki hari kedua.

“Alhamdulillah korban ditemukan pagi ini oleh SAR Gabungan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar.

Operasi pencarian hari pertama sempat terhenti karena cuaca buruk.

Gelombang tinggi mencapai dua meter membuat tim kesulitan melakukan penyisiran, sehingga keselamatan personel menjadi prioritas.

“Kemarin cuaca tidak mendukung, ombak tinggi jadi kami terkendala saat melakukan penyisiran,” kata Fadli.

Pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua dengan koordinasi lebih ketat.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Makassar, Ricky Karumpa, memimpin langsung tim yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian serta sepanjang jalur hanyutnya korban.

Setelah beberapa jam, Ridho ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah korban disambut tangis pilu orang tua dan kerabat.

Baca Juga: 
Cuaca Ekstrem di Makassar, Orangtua Kebingungan Usai SD Mendadak Diliburkan

Ridho merupakan anak dari pasangan Udin (34) dan Subaidah (33), warga Pattingalloang, Kabupaten Gowa.

Upaya pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi laut dan ombak, terutama bagi anak-anak yang bermain di pesisir.

SulawesiPos.com – Bocah berusia lima tahun, Ridho Alganiu, yang hilang terseret ombak di kawasan pesisir Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, akhirnya ditemukan pada Senin (19/1/2026).

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 09.41 WITA setelah operasi pencarian intensif yang memasuki hari kedua.

“Alhamdulillah korban ditemukan pagi ini oleh SAR Gabungan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar.

Operasi pencarian hari pertama sempat terhenti karena cuaca buruk.

Gelombang tinggi mencapai dua meter membuat tim kesulitan melakukan penyisiran, sehingga keselamatan personel menjadi prioritas.

“Kemarin cuaca tidak mendukung, ombak tinggi jadi kami terkendala saat melakukan penyisiran,” kata Fadli.

Pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua dengan koordinasi lebih ketat.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Makassar, Ricky Karumpa, memimpin langsung tim yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian serta sepanjang jalur hanyutnya korban.

Setelah beberapa jam, Ridho ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah korban disambut tangis pilu orang tua dan kerabat.

Baca Juga: 
Malam Tahun Baru di Makassar Memanas, Empat Insiden Ricuh Akibat Petasan

Ridho merupakan anak dari pasangan Udin (34) dan Subaidah (33), warga Pattingalloang, Kabupaten Gowa.

Upaya pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi laut dan ombak, terutama bagi anak-anak yang bermain di pesisir.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/