27 C
Makassar
18 January 2026, 17:30 PM WITA

RS Bhayangkara Makassar Jadi Pusat Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500

Overview

  • RS Bhayangkara Makassar ditetapkan sebagai pusat identifikasi korban pesawat ATR 42-500.
  • Tim DVI Mabes Polri dan Biddokkes melakukan identifikasi terintegrasi ante mortem dan post mortem.
  • Polri menegaskan komitmen memberi kepastian identitas korban kepada keluarga.

SulawesiPos.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmen penuh dalam membantu proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami insiden, dengan memusatkan seluruh tahapan di RS Bhayangkara Makassar.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo mengatakan, Polri telah mengerahkan sumber daya terbaik guna mempercepat kepastian identitas korban bagi keluarga yang menunggu kejelasan.

“Proses identifikasi dilakukan secara profesional dan terintegrasi, mulai dari ante mortem hingga post mortem yang dipusatkan di RS Bhayangkara. Tim DVI Mabes Polri bersama Biddokkes bergerak cepat agar keluarga segera mendapatkan kepastian,” ujar Djuhandhani saat konferensi pers di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, metode identifikasi mengacu pada standar internasional dan melibatkan pencocokan data medis, properti korban, hingga informasi pendukung dari pihak keluarga.

Baca Juga: 
Reputasi Keselamatan IAT Dipertaruhkan Usai Pesawat ATR Hilang di Karst Maros

Menurut Djuhandhani, keterlibatan keluarga korban menjadi faktor penting dalam mempercepat proses, termasuk kehadiran adik kandung co-pilot yang membantu pencocokan data ante mortem.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat hasil identifikasi secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika keluarga tidak bisa seluruhnya hadir di Makassar, kami akan jemput bola,” tegasnya.

Polri memastikan proses identifikasi akan dilakukan hingga tuntas, seiring dengan komitmen negara untuk memberikan kepastian dan kejelasan kepada keluarga korban pesawat ATR 42-500.

Overview

  • RS Bhayangkara Makassar ditetapkan sebagai pusat identifikasi korban pesawat ATR 42-500.
  • Tim DVI Mabes Polri dan Biddokkes melakukan identifikasi terintegrasi ante mortem dan post mortem.
  • Polri menegaskan komitmen memberi kepastian identitas korban kepada keluarga.

SulawesiPos.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmen penuh dalam membantu proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami insiden, dengan memusatkan seluruh tahapan di RS Bhayangkara Makassar.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo mengatakan, Polri telah mengerahkan sumber daya terbaik guna mempercepat kepastian identitas korban bagi keluarga yang menunggu kejelasan.

“Proses identifikasi dilakukan secara profesional dan terintegrasi, mulai dari ante mortem hingga post mortem yang dipusatkan di RS Bhayangkara. Tim DVI Mabes Polri bersama Biddokkes bergerak cepat agar keluarga segera mendapatkan kepastian,” ujar Djuhandhani saat konferensi pers di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, metode identifikasi mengacu pada standar internasional dan melibatkan pencocokan data medis, properti korban, hingga informasi pendukung dari pihak keluarga.

Baca Juga: 
KNKT Sebut Pesawat ATR 42-500 Tabrak Lereng Gunung Bulusaraung

Menurut Djuhandhani, keterlibatan keluarga korban menjadi faktor penting dalam mempercepat proses, termasuk kehadiran adik kandung co-pilot yang membantu pencocokan data ante mortem.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat hasil identifikasi secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika keluarga tidak bisa seluruhnya hadir di Makassar, kami akan jemput bola,” tegasnya.

Polri memastikan proses identifikasi akan dilakukan hingga tuntas, seiring dengan komitmen negara untuk memberikan kepastian dan kejelasan kepada keluarga korban pesawat ATR 42-500.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/