Penanggung Jawab Proyek, Bima, menjelaskan metode pengerjaan dilakukan bertahap dan terstruktur. Penutupan titik-titik aspal rusak dilakukan sebagai pondasi sebelum tahap pelapisan aspal akhir.
“Aspal yang rusak kita tutup terlebih dahulu sebagai pondasi, kemudian dilanjutkan ke tahap finishing,” jelasnya.
Selain itu, pengerjaan jalan disertai rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Pengerjaan dilakukan separuh badan jalan secara bergantian dari Hertasning hingga Jalan Tun Abdul Razak di Gowa.
“Setelah satu sisi selesai, pengerjaan dilanjutkan ke sisi berikutnya. Untuk ruas Hertasning, pekerjaan dimulai sejak Desember dan ditargetkan rampung pertengahan Juli,” ungkap Bima.
Dukungan warga turut terlihat. Nurul Quraini, warga Jalan Hertasning, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap perbaikan infrastruktur.
“Terima kasih banyak kepada Pak Gubernur karena adanya perbaikan jalan, khususnya di daerah Hertasning. Ini sangat membantu warga yang beraktivitas setiap hari di sini,” tuturnya.

