“Kita melakukan kajian bersama universitas dan balai sungai untuk menentukan alur air yang tepat, supaya genangan tidak terus berulang di kawasan permukiman rawan banjir,” kata Munafri.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Sosial untuk merespons cepat potensi bencana.
Munafri juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak lanjutan cuaca ekstrem, seperti angin kencang, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.
“Keselamatan warga menjadi prioritas. Seluruh sumber daya pemerintah siap digunakan jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

