30 C
Makassar
18 January 2026, 15:57 PM WITA

Air Surut, Puluhan Keluarga di Makassar Belum Sepenuhnya Bisa Kembali ke Rumah

SulawesiPos.com – Meski genangan air di sejumlah wilayah Kota Makassar mulai surut, puluhan keluarga belum sepenuhnya dapat kembali ke rumah mereka akibat dampak lanjutan banjir dan terganggunya fasilitas dasar permukiman.

Pemerintah Kota Makassar mencatat, hingga Rabu (14/1/2026), masih terdapat sekitar 50 kepala keluarga yang bertahan di dua posko pengungsian dari total lima posko yang sebelumnya sempat dibuka saat banjir melanda.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa berkurangnya jumlah pengungsi menandakan kondisi mulai terkendali, meskipun belum seluruh warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal.

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menunjukkan kondisi sudah lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Munafri dalam keterangan resmi laman Pemkot Makassar, Rabu (14/1/2026).

Munafri menjelaskan, kendala utama warga untuk kembali ke rumah bukan lagi disebabkan oleh ketinggian air, melainkan rusaknya sistem sanitasi akibat banjir.

Menurutnya, terendamnya toilet dan saluran limbah membuat sebagian rumah tidak layak dihuni sementara waktu, meskipun genangan air telah surut.

Baca Juga: 
Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, Dampak Banjir di Makassar Justru Makin Mengecil

“Banyak warga memilih tetap mengungsi karena sanitasi rumah tangga terganggu. Fasilitas toilet dan saluran pembuangan belum bisa digunakan dengan normal,” jelasnya.

Di sisi lain, Makassar masih berada dalam periode cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari, sehingga potensi genangan susulan tetap perlu diwaspadai.

Munafri menegaskan, pemerintah daerah terus menyiagakan seluruh perangkat terkait, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Lingkungan Hidup, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

SulawesiPos.com – Meski genangan air di sejumlah wilayah Kota Makassar mulai surut, puluhan keluarga belum sepenuhnya dapat kembali ke rumah mereka akibat dampak lanjutan banjir dan terganggunya fasilitas dasar permukiman.

Pemerintah Kota Makassar mencatat, hingga Rabu (14/1/2026), masih terdapat sekitar 50 kepala keluarga yang bertahan di dua posko pengungsian dari total lima posko yang sebelumnya sempat dibuka saat banjir melanda.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa berkurangnya jumlah pengungsi menandakan kondisi mulai terkendali, meskipun belum seluruh warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal.

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menunjukkan kondisi sudah lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Munafri dalam keterangan resmi laman Pemkot Makassar, Rabu (14/1/2026).

Munafri menjelaskan, kendala utama warga untuk kembali ke rumah bukan lagi disebabkan oleh ketinggian air, melainkan rusaknya sistem sanitasi akibat banjir.

Menurutnya, terendamnya toilet dan saluran limbah membuat sebagian rumah tidak layak dihuni sementara waktu, meskipun genangan air telah surut.

Baca Juga: 
Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sulsel 18–20 Januari 2026

“Banyak warga memilih tetap mengungsi karena sanitasi rumah tangga terganggu. Fasilitas toilet dan saluran pembuangan belum bisa digunakan dengan normal,” jelasnya.

Di sisi lain, Makassar masih berada dalam periode cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari, sehingga potensi genangan susulan tetap perlu diwaspadai.

Munafri menegaskan, pemerintah daerah terus menyiagakan seluruh perangkat terkait, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Lingkungan Hidup, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/