SulawesiPos.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar pada Senin pagi membuat sejumlah sekolah dasar meliburkan kegiatan belajar mengajar secara mendadak, memicu kebingungan di kalangan orangtua murid.
Pantauan sejak sekitar pukul 06.00 Wita, Senin (12/1/2026), langit Makassar tampak gelap disertai hujan deras dan angin kencang.
Meski intensitas hujan hanya berlangsung sekitar 10 menit, kondisi cuaca tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan anak sekolah.
Namun, kebijakan peliburan sekolah dasar ternyata tidak diketahui sejak awal oleh sebagian besar orangtua.
Informasi baru disampaikan pihak sekolah sekitar pukul 06.30 Wita melalui grup WhatsApp, saat banyak orangtua sudah terlanjur berangkat mengantar anak ke sekolah.
Akibatnya, sejumlah wali murid terpaksa kembali ke rumah setelah mendapat pemberitahuan langsung dari penjaga sekolah bahwa kegiatan belajar dilakukan dari rumah karena cuaca buruk.
“Kalau diumumkan dari tadi malam, mungkin kami tidak terlanjur menyiapkan bekal anak sekolah,” kata Wati, salah seorang wali murid sekolah dasar di wilayah Sudiang, Makassar.
Ia juga mengaku tidak mendapat informasi lanjutan terkait durasi libur sekolah karena pengumuman tersebut tidak disertai keterangan waktu yang jelas.
Di sisi lain, kebijakan peliburan ini hanya berlaku bagi sekolah dasar. Sementara siswa SMP dan SMA sederajat di Makassar tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
Dalam tiga hari terakhir, Kota Makassar memang kerap diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Kondisi ini menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah serta pohon tumbang, yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

