Overview
SulawesiPos.com – Puluhan warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memilih mengungsi lebih awal menyusul luapan air di kawasan Kodam III pada Sabtu malam (10/1/2026), meski genangan yang terjadi masih tergolong rendah dan akses jalan belum terputus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sementara sebanyak 14 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Katimbang. Pengungsian dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah ketinggian air terpantau berkisar 10 hingga 30 sentimeter sejak pukul 22.42 WITA.
Dari data sementara, pengungsi didominasi warga usia produktif dan anak-anak, tanpa adanya bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas. Meski genangan air belum menghambat aktivitas secara signifikan, warga memilih mengungsi untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Pemantauan di lokasi dilakukan oleh personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea yang telah disiagakan sejak awal untuk memantau titik-titik rawan banjir. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca relatif cerah dan situasi masih terkendali, dengan kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan bahwa langkah cepat dilakukan demi keselamatan warga meski kondisi belum tergolong darurat.
“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga,” kata dia.
BPBD memastikan kesiapsiagaan penuh tetap diberlakukan selama 24 jam ke depan dengan terus berkoordinasi bersama unsur kewilayahan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Di tingkat wilayah, pemerintah kecamatan dan kelurahan juga menyiapkan lokasi aman sebagai tempat pengungsian sementara. Camat Biringkanaya, Juliaman, menyebut Kantor Lurah Katimbang telah disiapkan sejak awal sebagai lokasi evakuasi.
“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian yang aman. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan KSB agar pelayanan terhadap warga berjalan optimal,” ujar Juliaman.
Sementara itu, Koordinator Data Pengungsian Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, mengatakan pendataan pengungsi dilakukan secara berkelanjutan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Data bersifat dinamis dan terus diperbarui agar penanganan di lapangan bisa tepat sasaran,” kata Andi Mulyadi.