27 C
Makassar
18 January 2026, 19:02 PM WITA

Evakuasi Dini Dilakukan Meski Jalan Masih Bisa Dilalui di Katimbang

Overview

  • Warga Katimbang mengungsi lebih awal meski genangan banjir masih rendah sebagai langkah antisipasi.
  • BPBD Makassar melakukan pemantauan intensif dan menyiagakan personel 24 jam di titik rawan.
  • Pemerintah wilayah menyiapkan lokasi pengungsian dan pendataan warga terdampak secara berkelanjutan.

SulawesiPos.com – Puluhan warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memilih mengungsi lebih awal menyusul luapan air di kawasan Kodam III pada Sabtu malam (10/1/2026), meski genangan yang terjadi masih tergolong rendah dan akses jalan belum terputus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sementara sebanyak 14 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Katimbang. Pengungsian dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah ketinggian air terpantau berkisar 10 hingga 30 sentimeter sejak pukul 22.42 WITA.

Dari data sementara, pengungsi didominasi warga usia produktif dan anak-anak, tanpa adanya bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas. Meski genangan air belum menghambat aktivitas secara signifikan, warga memilih mengungsi untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba.

Baca Juga: 
Warga Boleh Ambil Kayu Hanyut Pasca-Banjir, DPR Desak Pemerintah Segera Terbitkan Payung Hukum

Pemantauan di lokasi dilakukan oleh personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea yang telah disiagakan sejak awal untuk memantau titik-titik rawan banjir. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca relatif cerah dan situasi masih terkendali, dengan kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas.

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan bahwa langkah cepat dilakukan demi keselamatan warga meski kondisi belum tergolong darurat.

“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga,” kata dia.

Overview

  • Warga Katimbang mengungsi lebih awal meski genangan banjir masih rendah sebagai langkah antisipasi.
  • BPBD Makassar melakukan pemantauan intensif dan menyiagakan personel 24 jam di titik rawan.
  • Pemerintah wilayah menyiapkan lokasi pengungsian dan pendataan warga terdampak secara berkelanjutan.

SulawesiPos.com – Puluhan warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memilih mengungsi lebih awal menyusul luapan air di kawasan Kodam III pada Sabtu malam (10/1/2026), meski genangan yang terjadi masih tergolong rendah dan akses jalan belum terputus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sementara sebanyak 14 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Katimbang. Pengungsian dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah ketinggian air terpantau berkisar 10 hingga 30 sentimeter sejak pukul 22.42 WITA.

Dari data sementara, pengungsi didominasi warga usia produktif dan anak-anak, tanpa adanya bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas. Meski genangan air belum menghambat aktivitas secara signifikan, warga memilih mengungsi untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba.

Baca Juga: 
Bos Pria Perkosa Pelayan Warung di Makassar, Istrinya Malah Merekam

Pemantauan di lokasi dilakukan oleh personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea yang telah disiagakan sejak awal untuk memantau titik-titik rawan banjir. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca relatif cerah dan situasi masih terkendali, dengan kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas.

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, menegaskan bahwa langkah cepat dilakukan demi keselamatan warga meski kondisi belum tergolong darurat.

“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga,” kata dia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/