27 C
Makassar
18 January 2026, 19:11 PM WITA

Banjir Berulang di Biringkanaya, Wali Kota Makassar Tinjau Perumahan Kodam

Berdasarkan pengamatan lapangan dan keterangan warga, banjir dipicu oleh luapan Sungai Biring Je’ne akibat tingginya curah hujan.

Kondisi ini diperparah oleh aliran air yang tidak berjalan lancar sehingga genangan bertahan lebih lama.

“Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je’ne yang meluap,” jelasnya.

Munafri menilai persoalan alur air menjadi salah satu titik krusial yang harus segera dibenahi.

Ia menekankan perlunya identifikasi titik-titik sumbatan agar air tidak lagi terperangkap di kawasan permukiman.

Ia juga meminta agar jalur aliran air ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke lokasi pembuangan akhir.

Menurutnya, penyempitan saluran dan perubahan kawasan resapan menjadi area terbangun turut memperburuk kondisi banjir.

“Ada beberapa titik yang harus kita lihat jalurnya. Mulai dari ujung aliran, proses pembuangannya ke mana, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya terjadi penyempitan atau ada wilayah resapan yang berubah menjadi kawasan pembangunan. Ini semua akan kita pastikan Tertangani dengan baik,” paparnya.

Baca Juga: 
Pria Hilang di Waduk Nipa-Nipa, Pencarian Gabungan Hingga Dini Hari Belum Menemukan Korban

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penataan atau pembukaan jalur aliran air baru agar air tidak lagi terkonsentrasi di permukiman warga.

Namun, upaya penanganan banjir di kawasan ini tidak bisa dilakukan sepihak.

Sungai Biring Je’ne berada di wilayah perbatasan Makassar dan Kabupaten Maros, sehingga membutuhkan koordinasi lintas daerah.

“Mudah-mudahan dari hasil peninjauan ini kita bisa carikan jalan keluar dari persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di tempat ini,” tambahnya.

Munafri menegaskan Sungai Biring Je’ne memiliki fungsi strategis sebagai alur air utama, tetapi juga berpotensi menjadi sumber bencana jika pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal.

Berdasarkan pengamatan lapangan dan keterangan warga, banjir dipicu oleh luapan Sungai Biring Je’ne akibat tingginya curah hujan.

Kondisi ini diperparah oleh aliran air yang tidak berjalan lancar sehingga genangan bertahan lebih lama.

“Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je’ne yang meluap,” jelasnya.

Munafri menilai persoalan alur air menjadi salah satu titik krusial yang harus segera dibenahi.

Ia menekankan perlunya identifikasi titik-titik sumbatan agar air tidak lagi terperangkap di kawasan permukiman.

Ia juga meminta agar jalur aliran air ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke lokasi pembuangan akhir.

Menurutnya, penyempitan saluran dan perubahan kawasan resapan menjadi area terbangun turut memperburuk kondisi banjir.

“Ada beberapa titik yang harus kita lihat jalurnya. Mulai dari ujung aliran, proses pembuangannya ke mana, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya terjadi penyempitan atau ada wilayah resapan yang berubah menjadi kawasan pembangunan. Ini semua akan kita pastikan Tertangani dengan baik,” paparnya.

Baca Juga: 
Perbaikan Jalan Hertasning, Kemacetan Berangsur Terkendali di Jalur Vital Makassar-Gowa

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penataan atau pembukaan jalur aliran air baru agar air tidak lagi terkonsentrasi di permukiman warga.

Namun, upaya penanganan banjir di kawasan ini tidak bisa dilakukan sepihak.

Sungai Biring Je’ne berada di wilayah perbatasan Makassar dan Kabupaten Maros, sehingga membutuhkan koordinasi lintas daerah.

“Mudah-mudahan dari hasil peninjauan ini kita bisa carikan jalan keluar dari persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di tempat ini,” tambahnya.

Munafri menegaskan Sungai Biring Je’ne memiliki fungsi strategis sebagai alur air utama, tetapi juga berpotensi menjadi sumber bencana jika pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/