Sekitar pukul 10.55 Wita, polisi melakukan pemeriksaan fisik dan tes lapangan terhadap isi paket dan memastikan seluruh proyektil tidak aktif serta diketahui merupakan amunisi yang telah diledakkan lalu dirangkai kembali.
“Kami menerima paket tersebut dari petugas bandara, isinya 65 butir amunisi kaliber 7,62,” kata Asri.
Paket tersebut rencananya dikirim menggunakan maskapai Citilink dengan rute Makassar–Semarang (UPG–SMRG) dan menggunakan jasa pengiriman JNT Express.
Namun, identitas pengirim yang tercantum dalam resi pengiriman diduga tidak valid, dengan nama pengirim tertulis Dark Archive dan alamat Jalan Kegelapan Nomor 666, Kota Makassar.
“Secara administratif ada nama pengirim, tetapi identitasnya masih kami dalami. Penerimanya tercatat sebagai warga Semarang,” katanya.
Seluruh barang bukti kini telah diserahkan ke Polres Maros untuk penyelidikan lebih lanjut. (tar)

