27 C
Makassar
18 January 2026, 19:10 PM WITA

Banjir Bandang Jeneberang Jebak 13 Warga Makassar, BPBD Lakukan Evakuasi

SulawesiPos.com – Sebanyak 13 warga Kota Makassar terjebak banjir bandang di kawasan Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai dan menyebabkan debit air meningkat drastis.

Luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba memutus jalur penyeberangan di kawasan wisata Air Terjun Jeneberang, sehingga rombongan warga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terisolasi di lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera mengerahkan tim evakuasi setelah menerima laporan adanya warga Makassar yang terjebak, meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif kota.

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, Minggu (4/1/2026) malam.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit karena hujan masih turun, medan terjal, arus sungai deras, serta pencahayaan yang terbatas menjelang malam.

Tim penyelamat mengevakuasi korban secara bertahap dengan menggunakan peralatan keselamatan dan teknik penyelamatan khusus.

“Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus,” ujar Fadli.

Baca Juga: 
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Akses Jalan dan Rusak Permukiman di Makassar–Maros

Seluruh korban yang terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Setelah dievakuasi, para korban dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD ke Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BPBD Makassar juga menyiapkan jaket penghangat dan makanan darurat untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses evakuasi.

Fadli menegaskan, upaya penyelamatan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan tanpa melihat batas wilayah.

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

BPBD Makassar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama pada musim penghujan, karena potensi banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba. (tar)

SulawesiPos.com – Sebanyak 13 warga Kota Makassar terjebak banjir bandang di kawasan Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai dan menyebabkan debit air meningkat drastis.

Luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba memutus jalur penyeberangan di kawasan wisata Air Terjun Jeneberang, sehingga rombongan warga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terisolasi di lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera mengerahkan tim evakuasi setelah menerima laporan adanya warga Makassar yang terjebak, meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif kota.

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, Minggu (4/1/2026) malam.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit karena hujan masih turun, medan terjal, arus sungai deras, serta pencahayaan yang terbatas menjelang malam.

Tim penyelamat mengevakuasi korban secara bertahap dengan menggunakan peralatan keselamatan dan teknik penyelamatan khusus.

“Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus,” ujar Fadli.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Makassar Besok, 17 Januari 2026: Pagi Hujan Ringan

Seluruh korban yang terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Setelah dievakuasi, para korban dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD ke Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BPBD Makassar juga menyiapkan jaket penghangat dan makanan darurat untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses evakuasi.

Fadli menegaskan, upaya penyelamatan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan tanpa melihat batas wilayah.

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

BPBD Makassar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama pada musim penghujan, karena potensi banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba. (tar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/