Categories: Kuliner

Bajabuk, Abon Ikan Khas Bugis-Makassar yang Pernah Jadi Bekal Wajib Jamaah Haji

Overview

  • Bajabuk merupakan kuliner tradisional khas Bugis dan Makassar berbahan dasar ikan laut yang diolah menyerupai abon dengan tekstur lebih basah.
  • Hidangan ini memiliki sejarah panjang, pernah menjadi bekal jamaah haji pada era 1960-an, serta dikenal kaya rempah dan bernilai budaya tinggi.
  • Bajabuk hingga kini masih lestari sebagai pelengkap burasak dan simbol kebanggaan kuliner Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Bajabuk merupakan salah satu kuliner tradisional khas Bugis dan Makassar yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.

Sekilas, makanan ini menyerupai abon, namun berbahan dasar ikan laut dengan cita rasa gurih dan kaya rempah.

Dalam tradisi Bugis-Makassar, bajabuk kerap hadir sebagai pelengkap hidangan burasak, khususnya saat perayaan hari raya.

Bajabuk diolah dari daging ikan pilihan, tanpa tulang dan duri. Ikan yang telah dimasak dengan sedikit garam kemudian dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, dan merica.

Setelah itu, adonan ikan ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama santan, serai, dan daun salam sampai benar-benar kering.

Berbeda dengan abon dari daerah lain, tekstur bajabuk cenderung lebih basah dan berserat, sehingga sering disebut sebagai “serundeng ikan”.

Jenis ikan yang digunakan umumnya berasal dari laut, seperti ikan tuna, ikan layang, atau bandeng.

Pernah Jadi Bekal Wajib Jamaah Haji

Menariknya, pada era 1960-an, bajabuk atau bajabu pernah menjadi bekal wajib bagi jamaah haji asal Bugis, termasuk dari wilayah Luwu.

Ketahanannya yang lama serta rasanya yang lezat membuat makanan ini praktis dibawa dalam perjalanan panjang.

Fakta ini menunjukkan betapa populernya bajabuk sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Kaya Rempah dan Bernilai Gizi

Selain santan kelapa kental, bajabuk diperkaya dengan aneka bumbu dan rempah seperti jahe, cabai rawit, lada bubuk, kunyit, ketumbar, serta bawang merah dan putih.

Proses memasaknya pun membutuhkan kesabaran karena harus terus diaduk selama satu hingga dua jam hingga benar-benar kering dan tidak menggumpal.

Semakin kering teksturnya, semakin awet pula daya simpannya.

Resep Bajabuk Khas Bugis-Makassar

Bahan-bahan:

  • 2 butir kelapa parut, peras menjadi 2 liter santan
  • 1 ekor ikan tongkol, dikukus dan diambil dagingnya
  • 10 siung bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 1 ruas lengkuas
  • 4 batang serai
  • 10 buah cabai keriting
  • 8 buah cabai besar, buang bijinya
  • 1 bungkus ketumbar bubuk
  • 1/4 kg gula merah
  • 1 bungkus chicken powder
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • 1 butir kelapa sangrai, dihaluskan

Cara Membuat:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, cabai keriting, cabai besar, dan ketumbar.
  2. Masak santan di wajan, lalu masukkan bumbu halus dan aduk hingga mendidih.
  3. Haluskan daging ikan tongkol menggunakan chopper.
  4. Masukkan ikan ke dalam santan, lalu tambahkan garam, gula merah, dan chicken powder.
  5. Masak sambil terus diaduk hingga santan mengering dan berminyak, sekitar 1–2 jam.
  6. Masukkan kelapa sangrai, aduk hingga merata dan tidak menggumpal dengan api kecil hingga sedang.
  7. Setelah tekstur kering dan berbutir halus, angkat, dinginkan, lalu simpan dalam wadah kedap udara.

Bajabuk bukan sekadar lauk, melainkan warisan kuliner yang merekam sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Bugis dan Makassar.

Hingga kini, kelezatannya tetap menjadi simbol kekayaan kuliner Sulawesi Selatan.

Sumber:

  1. Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (2024)
  2. Laman Resmi Desa Belopa, Kabupaten Luwu

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: kuliner Makassar Kuliner Sulsel bajabuk abon ikan