Hotman Paris Hutapea memberi keterangan kepada wartawan terkait pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung. dok/ist
SulawesiPos.com – Kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menyebut pemeriksaan terhadap kliennya oleh penyidik Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026, berisi 18 pertanyaan yang difokuskan pada perkara PT ASABRI. Hotman mengatakan pemeriksaan yang berlangsung sejak pagi itu telah selesai dan tidak berujung pada penahanan.
“Hari ini (Febrie) sudah di-BAP dari jam 9 sampai sekarang baru selesai. Ada 18 pertanyaan yang sudah dijawab dengan baik, dan kesimpulannya tidak ada penahanan. Dan ada 18 pertanyaan dijawab hari ini. Hari ini fokus kepada kasus ASABRI,” ujar Hotman di gedung Jampidsus Kejagung, Jumat (17/7).
Keterangan itu menjadi penjelasan pertama dari pihak kuasa hukum setelah pemeriksaan berlangsung berjam-jam. Dari penjelasan Hotman, fokus pertanyaan penyidik mengarah pada dugaan aliran uang dan kaitan sejumlah aset yang sebelumnya ikut disorot dalam perkara tersebut.
“Ada 18 pertanyaan yang pada dasarnya adalah, yang pertama menyangkut apakah benar Tan Kian dia tahu memberikan uang? jawabannya tidak. Yang jelas menyangkut duit, tidak ada,” lanjutnya.
Hotman juga menjelaskan soal kafe de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, serta rumah di kawasan Sentul yang ikut menjadi bagian dari penjelasan kepada penyidik. Menurut dia, hak pakai atas dua properti itu telah diserahkan kepada Don Ritto.
“Yang kedua adalah menyangkut kafe, itu tanah disewa oleh klien beliau (Don Ritto). Yang ketiga, menyangkut rumah di Sentul. Rumah Sentul itu sejam sampai tahun 2022 housekeepingnya pun bukan Pak Febrie yang bayar, karena waktu itu diberikan, dipakai oleh Don Ritto. Sudah dipakai dan dia juga berhak merenovasi, jadi total tidak ada lagi penguasaan secara fisik,” kata Hotman.
Selain itu, Hotman mengatakan Febrie juga tidak mengetahui soal brankas berisi uang dan emas yang disebut ditemukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri saat penggeledahan di de’Clan dan rumah Sentul. Penjelasan tersebut melengkapi posisi pembelaan pihak Febrie bahwa kliennya tidak lagi menguasai langsung aset-aset yang dipersoalkan.