SulawesiPos.com – Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan gas tertawa (laughing gas) bermerek Whip Pink yang menyeret seorang perempuan berinisial CD (29), asisten pribadi YouTuber berinisial RA pada Jumat 29 Mei 2026.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, CD mengungkap bagaimana dirinya memperoleh produk tersebut hingga akhirnya digunakan bersama sejumlah rekan dan pegawainya.
Menurut pengakuannya, pembelian dilakukan melalui pencarian internet menggunakan kata kunci “Whip Cream” yang kemudian mengarah kepada penjual melalui aplikasi WhatsApp.
“Saya mencari lewat Google dengan kata kunci Whip Cream, kemudian diarahkan ke nomor WhatsApp admin penjual.” kata CD.
Penyidik menemukan bahwa sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, CD diduga telah membeli sekitar 20 tabung Whip Pink dengan berbagai ukuran.
Tak hanya mengakui proses pembelian, CD juga menjelaskan cara penggunaan gas yang terdapat dalam tabung tersebut.
“Gasnya dihirup atau diisap bersama teman-teman dan beberapa pegawai.” ujarnya.
Keterangan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Pol. Zulkarnain Harahap.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya penyalahgunaan nitrous oxide (Nâ‚‚O) atau yang dikenal masyarakat sebagai gas tertawa.
Zat tersebut sebenarnya digunakan secara legal dalam industri makanan sebagai pendorong busa pada whipping cream.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, gas tersebut kerap disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi euforia sesaat.
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa penggunaan nitrous oxide secara sembarangan dapat memicu berbagai gangguan serius.
Salah satu dampak paling berbahaya adalah kerusakan saraf akibat terganggunya fungsi vitamin B12 dalam tubuh.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan mati rasa pada anggota tubuh, kesemutan, gangguan keseimbangan, hingga kelumpuhan apabila digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, menghirup nitrous oxide secara langsung juga berisiko menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen.
Akibatnya, pengguna dapat mengalami pusing berat, kehilangan kesadaran mendadak, bahkan kerusakan otak apabila kadar oksigen turun drastis.
Gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah juga menjadi ancaman lain yang perlu diwaspadai.
Dalam kondisi tertentu, penggunaan berlebihan dapat memicu gangguan irama jantung hingga komplikasi serius yang mengancam keselamatan jiwa.
Sementara itu, Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman terhadap alur distribusi dan penggunaan produk Whip Pink guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Penyidik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan produk yang mengandung nitrous oxide karena selain berpotensi menimbulkan masalah hukum, penggunaan tanpa pengawasan medis dapat membawa dampak serius bagi kesehatan.

