24 C
Makassar
3 February 2026, 6:45 AM WITA

Ahok Dorong Jaksa Periksa Erick Thohir hingga Jokowi soal Pencopotan Direksi Pertamina

“Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya,” ungkap Ahok.

Sementara itu, Ahok menilai Joko Priyono sebagai sosok teknis yang memahami persoalan kilang secara mendalam.

“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis,” beber Ahok.

Ahok juga menceritakan percakapannya dengan Joko Priyono usai pencopotan tersebut dan menilai keputusan itu tidak didasarkan pada prinsip meritokrasi.

“Dia bilang, ‘Pak, sudahlah Pak, saya di Yogya saja.’ Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP,” tegas Ahok.

Atas dasar kejanggalan itu, Ahok mendorong jaksa memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan pencopotan direksi, guna mengungkap latar belakang kebijakan tersebut dalam konteks perkara korupsi minyak mentah Pertamina.

Baca Juga: 
Habiburokhman Pastikan Kajian Ilmiah Komunisme di KUHP Baru Bebas Pidana

“Makanya saya selalu bilang ke pak jaksa, kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” cetus Ahok.

Pernyataan itu sempat memicu tepuk tangan dari pengunjung sidang, sehingga majelis hakim harus memberika teguran.

“Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya,” ungkap Ahok.

Sementara itu, Ahok menilai Joko Priyono sebagai sosok teknis yang memahami persoalan kilang secara mendalam.

“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis,” beber Ahok.

Ahok juga menceritakan percakapannya dengan Joko Priyono usai pencopotan tersebut dan menilai keputusan itu tidak didasarkan pada prinsip meritokrasi.

“Dia bilang, ‘Pak, sudahlah Pak, saya di Yogya saja.’ Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP,” tegas Ahok.

Atas dasar kejanggalan itu, Ahok mendorong jaksa memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan pencopotan direksi, guna mengungkap latar belakang kebijakan tersebut dalam konteks perkara korupsi minyak mentah Pertamina.

Baca Juga: 
Eggi Sudjana Dikabarkan Terima Rp100 Miliar dari Jokowi, Pengacara: Helikopter Bisa Jatuh Bawa Uang Segitu

“Makanya saya selalu bilang ke pak jaksa, kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” cetus Ahok.

Pernyataan itu sempat memicu tepuk tangan dari pengunjung sidang, sehingga majelis hakim harus memberika teguran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/