Indeks Harga Saham Gabungan
SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini, Kamis (20/8/2026), menempatkan ASII, ENRG, ICBP, dan MEDC dalam radar setelah IHSG pada perdagangan Rabu (19/8/2026) turun 55,71 poin atau 0,86 persen ke level 6.394,12, di tengah aksi profit taking, keputusan BI mempertahankan suku bunga, dan perhatian pasar pada arus dana asing serta harga minyak.
Sebanyak 36,01 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp14,28 triliun dan frekuensi 2,2 juta kali. Breadth pasar masih negatif karena 363 saham melemah, 238 menguat, dan 188 stagnan.
Tekanan terbesar datang dari sektor barang baku yang turun 1,21 persen, konsumen non primer 1,05 persen, dan konsumen primer 0,96 persen. Pelemahan juga terasa di energi setelah saham BYAN anjlok 9,41 persen usai klarifikasi manajemen terkait rumor akuisisi.
Di sisi lain, pasar domestik masih mendapat bantalan dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.
Namun pelaku pasar juga mencermati penundaan penambahan konstituen baru Indonesia oleh FTSE hingga Desember 2026, pergerakan yield US Treasury, stabilitas rupiah, dan naiknya harga minyak.
Saat indeks ditutup merah, investor asing justru masih membukukan net buy Rp933,53 miliar di seluruh pasar. Saham TINS, DSSA, BBCA, TLKM, INDF, dan BRPT termasuk yang masuk radar akumulasi asing pada perdagangan kemarin.
Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat dua skenario untuk IHSG hari ini. Skenario terbaik menempatkan indeks berpeluang menguat ke 6.512-6.544, sedangkan skenario terburuk membuka ruang koreksi ke kisaran 6.056-6.230 bila tekanan jual membesar.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak terbatas di rentang 6.330-6.490. Pandangan ini muncul setelah indeks membentuk pola shooting star di area resistance 6.490 dan dua kali tertahan di zona 6.400-6.450, meski indikator teknikal dinilai belum berubah bearish.
Selain empat saham utama dari MNC Sekuritas, rangkuman broker lain juga menempatkan sejumlah nama dalam radar perdagangan Kamis ini.
Bloomberg Technoz mencatat BULL, IATA, SSIA, MBMA, KOTA, BIPI, ANTM, BUVA, GGRM, ARKO, RMKE, PWON, BRPT, DSNG, ERAA, ELSA, ACES, JSMR, RATU, dan CBRE ikut masuk daftar pilihan beberapa sekuritas.
ASII turun 1,25 persen ke Rp4.730 dan masih dibayangi tekanan jual. MNC Sekuritas menilai posisinya sedang berada pada bagian wave [c] dari wave B, dengan area buy on weakness di Rp4.560-Rp4.710, target Rp4.920 dan Rp5.150, serta stop loss di bawah Rp4.500.
ENRG justru menguat 2,37 persen ke Rp1.295 dengan dukungan volume beli, meski kenaikannya masih tertahan MA60. Secara teknikal, saham ini dinilai berada pada awal wave (C) dari wave [B], sehingga trading buy dipetakan pada Rp1.240-Rp1.280 dengan target Rp1.360 dan Rp1.465, serta stop loss di bawah Rp1.220.
ICBP naik 0,66 persen ke Rp7.675 dan penguatannya disebut sudah bertahan di atas MA200. MNC memperkirakan ICBP sedang berada pada bagian wave [v] dari wave C, dengan area buy on weakness Rp7.625-Rp7.675, target Rp7.975 dan Rp8.275, serta stop loss di bawah Rp7.550.
MEDC melesat 6,34 persen ke Rp1.425 disertai peningkatan volume pembelian, walau penguatannya masih tertahan MA200. Pembacaan teknikal MNC menempatkan MEDC pada bagian wave [iii] dari wave C, dengan area buy on weakness Rp1.365-Rp1.410, target Rp1.485 dan Rp1.555, serta stop loss di bawah Rp1.320.
Daftar ini menjadi panduan pantauan aktif untuk perdagangan hari ini di tengah risiko profit taking yang masih membayangi pergerakan indeks setelah reli sebelumnya.
Disclaimer: rekomendasi ini bersumber dari riset sekuritas dan disusun sebagai referensi, bukan jaminan hasil investasi.