Proses pengisian Biosolar di salah satu SPBU di Sulsel.
SulawesiPos.com – Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran Pertalite sekitar 15 hingga 20 persen dan Biosolar 10 hingga 15 persen di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM sektor pertanian dan irigasi saat musim panen di tengah kondisi kekeringan, Kamis, 13 Agustus 2026.
Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengatakan, langkah ini dilakukan setelah pemantauan menunjukkan sebagian besar wilayah masih aman, tetapi beberapa daerah mulai mengalami penurunan stok dan peningkatan penyaluran.
“Tambahan distribusi itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ungkap Lilik.
Pertamina menyebut kenaikan konsumsi dipicu aktivitas masyarakat yang memasuki masa panen serta kebutuhan BBM untuk mendukung irigasi dan operasional pertanian.
Dengan pola panen yang bisa berlangsung hingga tiga kali dalam setahun, kebutuhan energi di wilayah pertanian dinilai dapat naik dalam waktu tertentu.
Kondisi ini membuat penyaluran BBM di SPBU harus diatur lebih ketat agar kebutuhan warga dan sektor produktif tetap terpenuhi.
Lilik menambahkan, Pertamina juga menerapkan pengaturan distribusi di SPBU melalui marshal. Jika terjadi antrean panjang, kendaraan akan diarahkan ke SPBU lain agar penyaluran tidak menumpuk di satu titik.
“Pemantauan stok dan distribusi disebut terus dilakukan secara berkala di seluruh Sulawesi Selatan,” tegas Lilik.
Fokusnya bukan hanya menjaga ketersediaan BBM untuk masyarakat umum, tetapi juga memastikan sektor pertanian dan kebutuhan irigasi tetap berjalan optimal.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Imbauan itu disampaikan agar distribusi tetap merata dan kebutuhan masyarakat maupun sektor produktif bisa terus terpenuhi.
Selain memantau distribusi di lapangan, Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi ini dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan aman dan lancar.
Pertamina meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi atau membutuhkan informasi layanan BBM.
Laporan dan pengaduan dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.