Wakil KEtua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
SulawesiPos.com – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai media sosial yang tidak sehat dan dipenuhi informasi liar dapat mengganggu stabilitas ekonomi, terutama di tengah upaya menjaga kepercayaan investor dan memperkuat iklim usaha nasional.
Pernyataan itu disampaikan Dasco saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional APINDO di Hotel Claro, Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut dia, arus informasi di media sosial saat ini kerap membuat publik kesulitan membedakan informasi yang dapat dipercaya dengan kabar yang menyesatkan.
“Kalau baca medsos, sudah bingung mana yang bisa dipercaya, para pengusaha mengimbau, memberi contoh bermedsos yang baik, salah satu yang mengganggu stabilitas kita medsos yang tidak sehat, mari kita imbau, kita sama-sama menjaga iklim ekonomi yang sehat,” kata Dasco.
Ia mengatakan pengusaha, pemerintah, dan DPR perlu bersama-sama menjaga situasi agar kepercayaan dunia usaha tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi dan politik saat ini.
Dasco menuturkan pihaknya terus mendorong terciptanya iklim usaha yang baik agar investor percaya menanamkan modal di Indonesia.
Menurut dia, upaya itu juga berkaitan langsung dengan langkah mitigasi pemutusan hubungan kerja atau PHK yang mulai muncul di sejumlah sektor, termasuk usaha membuka peluang bisnis baru agar penyerapan tenaga kerja tetap terjaga.
Ia menyebut regulasi yang baik dan adanya kepastian hukum menjadi salah satu faktor utama agar investor berani masuk dan memperluas kegiatan usahanya di Indonesia.
Karena itu, Dasco menilai stabilitas politik tetap harus dijaga bersama agar tidak memberi ruang bagi ketidakpastian yang bisa memengaruhi keputusan usaha dan investasi.
Dalam forum itu, Dasco juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, DPR, dan serikat pekerja dalam melahirkan regulasi ketenagakerjaan yang sehat.
Ia menyebut APINDO telah melakukan pertemuan dengan serikat pekerja sebagai bagian dari upaya mencari titik temu dalam penyusunan aturan yang bisa diterima semua pihak.
Menurut dia, regulasi yang sehat dibutuhkan agar dunia usaha tetap kuat tanpa mengabaikan kepentingan pekerja.
“Pengusaha kuat Indonesia maju,” ujar Dasco.