SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa (7/4/2026), setelah pada sesi sebelumnya terkoreksi 0,53% ke level 6.989.
Dalam riset MNCS Daily Scope Wave, MNC Sekuritas menyebut tekanan jual di pasar masih cenderung meningkat, sehingga pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan pelemahannya.
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam. Kondisi ini membuka peluang koreksi lanjutan menuju rentang 6.745–6.849.
Namun demikian, pada skenario terbaik (best case), IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan ke kisaran 7.323–7.450.
MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada pada 6.917 dan 6.846, sedangkan resistance berada pada 7.207 dan 7.302.
Rekomendasi saham
BKSL – Spec Buy
BKSL bergerak stagnan di level 108 dengan munculnya volume pembelian, namun belum mampu menembus MA20. Posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Spec Buy: 104–107
Target Price: 113, 119
Stoploss: di bawah 103
BRPT – Buy on Weakness
BRPT menguat 5,08% ke 1.345 dengan dukungan volume pembelian. Saat ini diperkirakan berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B].
Buy on Weakness: 1.160–1.255
Target Price: 1.610, 1.890
Stoploss: di bawah 1.080
ITMG – Buy on Weakness
ITMG terkoreksi 2,47% ke 26.650 dan masih didominasi tekanan jual, dengan penutupan di bawah MA20. Posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4.
Buy on Weakness: 26.250–26.650
Target Price: 28.550, 29.750
Stoploss: di bawah 26.000
TKIM – Buy on Weakness
TKIM menguat 2,38% ke 8.600 dengan peningkatan volume pembelian. Saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B.
Buy on Weakness: 8.450–8.600
Target Price: 9.175, 9.800
Stoploss: di bawah 8.350
Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

