OJK Proyeksikan Penyaluran Pembiayaan Naik Jelang Lebaran 2026

SulawesiPos.com – Kepala Eksekutif Pengawas PVML di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman memproyeksikan penyaluran pembiayaan akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, periode Ramadan hingga menjelang Lebaran secara historis menjadi momentum meningkatnya permintaan pembiayaan dari masyarakat.

“Periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman, Minggu (8/3/2026).

Agusman menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir penyaluran pembiayaan di sektor pergadaian menunjukkan tren positif.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan industri pergadaian tercatat tumbuh sebesar 1,78 persen secara bulanan (month-to-month). Sementara pada Maret 2025 pertumbuhan mencapai 1,66 persen secara bulanan.

Ia menilai sektor pergadaian masih memiliki peluang besar untuk tumbuh meskipun menghadapi persaingan dari berbagai layanan pembiayaan digital.

Menurut Agusman, produk pembiayaan digital seperti layanan Buy Now Pay Later atau BNPL serta pinjaman daring semakin berkembang.

Baca Juga: 
Hadir di SDP ke-18, Bahlil: HIPMI Itu Cinta Pertama Saya

Meski demikian, industri pergadaian tetap memiliki keunggulan karena menawarkan pembiayaan berbasis agunan yang relatif mudah diakses masyarakat.

OJK juga mencatat terdapat 165 pelaku usaha yang mengajukan izin usaha pergadaian sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Dengan demikian, total perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 mencapai 223 perusahaan.

OJK juga melihat potensi peningkatan pembiayaan di industri multifinance menjelang Lebaran.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 2,05 persen secara bulanan, dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) sebesar 2,45 persen.

Sementara pada Maret 2025, pembiayaan meningkat 0,78 persen secara bulanan, dengan NPF tercatat 2,71 persen.

Di sektor pinjaman daring atau peer-to-peer lending, Agusman juga melihat tren peningkatan penyaluran pembiayaan.

Nilai pembiayaan pada Maret 2024 meningkat 8,9 persen secara bulanan, sedangkan pada Maret 2025 tercatat naik 3,8 persen secara bulanan.

Meski demikian, OJK memperkirakan kualitas pendanaan industri ini tetap terjaga.

Rasio keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari (TWP90) diproyeksikan tetap berada di bawah 5 persen selama periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: 
Danantara Buka Alasan Ingin Jadi Pemegang Saham BEI, Rosan: Praktik Umum di Banyak Negara

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, OJK menekankan pentingnya penguatan sistem penilaian kredit serta verifikasi data peminjam.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan pembiayaan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan.

“Diperlukan penguatan credit scoring dan verifikasi borrower agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Agusman.

SulawesiPos.com – Kepala Eksekutif Pengawas PVML di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman memproyeksikan penyaluran pembiayaan akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, periode Ramadan hingga menjelang Lebaran secara historis menjadi momentum meningkatnya permintaan pembiayaan dari masyarakat.

“Periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman, Minggu (8/3/2026).

Agusman menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir penyaluran pembiayaan di sektor pergadaian menunjukkan tren positif.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan industri pergadaian tercatat tumbuh sebesar 1,78 persen secara bulanan (month-to-month). Sementara pada Maret 2025 pertumbuhan mencapai 1,66 persen secara bulanan.

Ia menilai sektor pergadaian masih memiliki peluang besar untuk tumbuh meskipun menghadapi persaingan dari berbagai layanan pembiayaan digital.

Menurut Agusman, produk pembiayaan digital seperti layanan Buy Now Pay Later atau BNPL serta pinjaman daring semakin berkembang.

Baca Juga: 
Komisi XI DPR Soroti Gejolak Bursa, Fauzi Amro: Mudah-Mudahan Penggantinya Lebih Baik

Meski demikian, industri pergadaian tetap memiliki keunggulan karena menawarkan pembiayaan berbasis agunan yang relatif mudah diakses masyarakat.

OJK juga mencatat terdapat 165 pelaku usaha yang mengajukan izin usaha pergadaian sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Dengan demikian, total perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 mencapai 223 perusahaan.

OJK juga melihat potensi peningkatan pembiayaan di industri multifinance menjelang Lebaran.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 2,05 persen secara bulanan, dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) sebesar 2,45 persen.

Sementara pada Maret 2025, pembiayaan meningkat 0,78 persen secara bulanan, dengan NPF tercatat 2,71 persen.

Di sektor pinjaman daring atau peer-to-peer lending, Agusman juga melihat tren peningkatan penyaluran pembiayaan.

Nilai pembiayaan pada Maret 2024 meningkat 8,9 persen secara bulanan, sedangkan pada Maret 2025 tercatat naik 3,8 persen secara bulanan.

Meski demikian, OJK memperkirakan kualitas pendanaan industri ini tetap terjaga.

Rasio keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari (TWP90) diproyeksikan tetap berada di bawah 5 persen selama periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: 
Airlangga Tegaskan Negara Tak Toleransi Manipulasi Saham Usai Gejolak OJK-BEI

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, OJK menekankan pentingnya penguatan sistem penilaian kredit serta verifikasi data peminjam.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan pembiayaan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan.

“Diperlukan penguatan credit scoring dan verifikasi borrower agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Agusman.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru