24 C
Makassar
28 February 2026, 1:37 AM WITA

IHSG Menguat Tipis ke 8.235, Pelaku Pasar Wait and See Data Ekonomi Pekan Depan

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat sore di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan depan.

IHSG naik 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49.

Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke level 834,36.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan investor masih menantikan sejumlah indikator ekonomi utama yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, pasar menunggu rilis data S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026 yang dijadwalkan terbit pada Senin (2/3/2026).

Selain itu, data cadangan devisa Februari 2026 akan dirilis pada Jumat (6/3/2026).

Sementara dari Amerika Serikat, pelaku pasar mencermati data ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment Change, Nonfarm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran, serta Retail Sales.

Dari kawasan global lainnya, perhatian tertuju pada inflasi Februari 2026 di Euro Area, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence Jepang, hingga retail sales Euro Area.

Sebelumnya, IHSG sempat bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen ketidakpastian tarif Amerika Serikat, peringatan tekanan fiskal Indonesia dari S&P Global Ratings, serta faktor rebalancing MSCI akhir bulan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat.

Sektor industri memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,41 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer naik 3,42 persen dan sektor barang baku naik 1,84 persen.

Sebaliknya, empat sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun terdalam 0,71 persen. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 0,42 persen serta sektor transportasi & logistik turun 0,31 persen.

Frekuensi perdagangan tercatat 2.526.942 kali transaksi dengan volume 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Sebanyak 341 saham menguat, 315 melemah, dan 163 stagnan.

Bursa saham Asia sore ini bergerak di zona hijau.

Indeks Nikkei naik 0,36 persen ke 58.967,00, Hang Seng menguat 0,95 persen ke 26.630,54, Shanghai naik 0,39 persen ke 4.162,88, dan Strait Times menguat 0,62 persen ke 4.995,07.

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat sore di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan depan.

IHSG naik 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49.

Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke level 834,36.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan investor masih menantikan sejumlah indikator ekonomi utama yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, pasar menunggu rilis data S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026 yang dijadwalkan terbit pada Senin (2/3/2026).

Selain itu, data cadangan devisa Februari 2026 akan dirilis pada Jumat (6/3/2026).

Sementara dari Amerika Serikat, pelaku pasar mencermati data ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment Change, Nonfarm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran, serta Retail Sales.

Dari kawasan global lainnya, perhatian tertuju pada inflasi Februari 2026 di Euro Area, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence Jepang, hingga retail sales Euro Area.

Sebelumnya, IHSG sempat bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen ketidakpastian tarif Amerika Serikat, peringatan tekanan fiskal Indonesia dari S&P Global Ratings, serta faktor rebalancing MSCI akhir bulan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat.

Sektor industri memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,41 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer naik 3,42 persen dan sektor barang baku naik 1,84 persen.

Sebaliknya, empat sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun terdalam 0,71 persen. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 0,42 persen serta sektor transportasi & logistik turun 0,31 persen.

Frekuensi perdagangan tercatat 2.526.942 kali transaksi dengan volume 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Sebanyak 341 saham menguat, 315 melemah, dan 163 stagnan.

Bursa saham Asia sore ini bergerak di zona hijau.

Indeks Nikkei naik 0,36 persen ke 58.967,00, Hang Seng menguat 0,95 persen ke 26.630,54, Shanghai naik 0,39 persen ke 4.162,88, dan Strait Times menguat 0,62 persen ke 4.995,07.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/