26 C
Makassar
10 February 2026, 20:40 PM WITA

OJK: Outlook Negatif Moody’s Tak Ganggu Stabilitas Perbankan Nasional

Sejalan dengan itu, outlook lima bank besar Indonesia juga direvisi menjadi negatif, yakni:

  • Bank Mandiri
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Central Asia (BCA)
  • Bank Tabungan Negara (BTN)

Meski outlook berubah, Moody’s tetap mempertahankan peringkat utama kelima bank tersebut, termasuk issuer ratings, deposit ratings, hingga senior unsecured ratings.

Kinerja Perbankan Masih Tumbuh

Dari sisi kinerja, intermediasi perbankan sepanjang 2025 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kredit tumbuh 9,63 persen (yoy) menjadi Rp8.586 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,83 persen (yoy) menjadi Rp10.059 triliun.

Likuiditas industri juga tetap memadai, tercermin dari rasio AL/NCD sebesar 126,15 persen dan AL/DPK 28,57 persen, keduanya berada di atas ambang batas.

Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat tinggi di level 200,97 persen.

Kualitas kredit perbankan nasional masih terjaga dengan rasio NPL gross 2,05 persen dan NPL net 0,79 persen.

Loan at Risk (LaR) juga menurun menjadi 8,77 persen.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) berada di level 2,53 persen.

Baca Juga: 
IHSG Ditutup Menguat 2,52%, Berikut Prediksi IHSG dan Peluang Saham Pilihan pada Perdagangan Rabu 4 Februari 2026

Sementara permodalan bank yang tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) mencapai 25,89 persen, dinilai menjadi bantalan kuat menghadapi ketidakpastian global.

Sejalan dengan itu, outlook lima bank besar Indonesia juga direvisi menjadi negatif, yakni:

  • Bank Mandiri
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Central Asia (BCA)
  • Bank Tabungan Negara (BTN)

Meski outlook berubah, Moody’s tetap mempertahankan peringkat utama kelima bank tersebut, termasuk issuer ratings, deposit ratings, hingga senior unsecured ratings.

Kinerja Perbankan Masih Tumbuh

Dari sisi kinerja, intermediasi perbankan sepanjang 2025 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kredit tumbuh 9,63 persen (yoy) menjadi Rp8.586 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,83 persen (yoy) menjadi Rp10.059 triliun.

Likuiditas industri juga tetap memadai, tercermin dari rasio AL/NCD sebesar 126,15 persen dan AL/DPK 28,57 persen, keduanya berada di atas ambang batas.

Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat tinggi di level 200,97 persen.

Kualitas kredit perbankan nasional masih terjaga dengan rasio NPL gross 2,05 persen dan NPL net 0,79 persen.

Loan at Risk (LaR) juga menurun menjadi 8,77 persen.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) berada di level 2,53 persen.

Baca Juga: 
Airlangga Tegaskan Negara Tak Toleransi Manipulasi Saham Usai Gejolak OJK-BEI

Sementara permodalan bank yang tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) mencapai 25,89 persen, dinilai menjadi bantalan kuat menghadapi ketidakpastian global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/