25 C
Makassar
8 February 2026, 2:54 AM WITA

Airlangga Minta Danantara Jelaskan Arah Fiskal RI ke Moody’s Usai Outlook Jadi Negatif

Overview

  • Airlangga meminta Danantara memberi penjelasan fiskal Republik Indonesia ke Moody’s.
  • Perubahan aliran dividen BUMN ke Danantara jadi sorotan.
  • Pemerintah tegaskan komitmen jaga defisit dan rasio utang.

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk memberikan penjelasan komprehensif kepada lembaga pemeringkat Moody’s terkait arah kebijakan fiskal Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Airlangga merespons laporan Moody’s yang menyoroti pentingnya kepastian kebijakan di tengah perubahan tata kelola ekonomi nasional.

“Sekarang semuanya masuk di Danantara, dan Danantara memerankan fungsi juga untuk investasi. Ini yang perlu penjelasan,” ujar Airlangga pada wartawan di sela Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, Moody’s memerlukan kejelasan mengenai arah fiskal Indonesia sejak pembentukan Danantara agar tidak muncul persepsi ketidakpastian kebijakan.

Airlangga menjelaskan, terdapat perubahan dalam struktur penerimaan negara.

Dividen BUMN yang sebelumnya masuk ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kini dialihkan ke Danantara.

Baca Juga: 
Berikut Ini Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Kamis 29 januari 2026

Sebagai sovereign wealth fund (SWF), Danantara juga menjalankan fungsi investasi, sehingga berdampak pada struktur anggaran pemerintah.

“Karena (kebijakan fiskal) tahun ini tentu ada perbedaan di dalam anggaran, terutama terkait dengan investasi,” kata Airlangga.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal.

Airlangga memastikan defisit anggaran tetap dijaga maksimal tiga persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) dipertahankan di bawah 40 persen.

Overview

  • Airlangga meminta Danantara memberi penjelasan fiskal Republik Indonesia ke Moody’s.
  • Perubahan aliran dividen BUMN ke Danantara jadi sorotan.
  • Pemerintah tegaskan komitmen jaga defisit dan rasio utang.

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk memberikan penjelasan komprehensif kepada lembaga pemeringkat Moody’s terkait arah kebijakan fiskal Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Airlangga merespons laporan Moody’s yang menyoroti pentingnya kepastian kebijakan di tengah perubahan tata kelola ekonomi nasional.

“Sekarang semuanya masuk di Danantara, dan Danantara memerankan fungsi juga untuk investasi. Ini yang perlu penjelasan,” ujar Airlangga pada wartawan di sela Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, Moody’s memerlukan kejelasan mengenai arah fiskal Indonesia sejak pembentukan Danantara agar tidak muncul persepsi ketidakpastian kebijakan.

Airlangga menjelaskan, terdapat perubahan dalam struktur penerimaan negara.

Dividen BUMN yang sebelumnya masuk ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kini dialihkan ke Danantara.

Baca Juga: 
IHSG Dua Kali Trading Halt, Dirut BEI Iman Rachman Resmi Mengundurkan Diri

Sebagai sovereign wealth fund (SWF), Danantara juga menjalankan fungsi investasi, sehingga berdampak pada struktur anggaran pemerintah.

“Karena (kebijakan fiskal) tahun ini tentu ada perbedaan di dalam anggaran, terutama terkait dengan investasi,” kata Airlangga.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal.

Airlangga memastikan defisit anggaran tetap dijaga maksimal tiga persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) dipertahankan di bawah 40 persen.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/