Tekanan jual terjadi karena harga emas sebelumnya naik delapan hari berturut-turut hingga hampir 18%, sehingga investor memilih mencairkan keuntungan.
Sentimen Amerika Serikat Tekan Emas
Selain itu, perkembangan di AS memengaruhi harga emas.
Presiden Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Gubernur The Fed, yang dikenal ketat mengendalikan inflasi.
Hal ini membuat kemungkinan suku bunga turun lebih kecil.
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan bunga, menjadi kurang menarik jika suku bunga tetap tinggi.
Aksi jual besar-besaran oleh investor setelah rekor harga emas juga menekan harga ke bawah.
Menurut Aakash Doshi dari State Street Investment Management, pengumuman Warsh positif untuk dolar AS dan menjadi sentimen negatif bagi emas, diperparah dengan aksi rebalancing pasar setelah pekan-pekan sebelumnya banyak investor membeli emas.

