24 C
Makassar
3 February 2026, 5:02 AM WITA

IHSG Anjlok 8%, Perdagangan Terganggu Sentimen MSCI dan Goldman Sachs

Overview

  • IHSG kembali mengalami trading halt Kamis (29/1/2026) setelah anjlok 8% ke level 7.654,66, dengan transaksi senilai Rp10,78 triliun.
  • Penurunan dipicu sentimen negatif dari MSCI, yang menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan data free float di Indonesia.
  • Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight, memperkirakan aksi jual pasif investor global akan berlanjut dan menahan kinerja pasar.

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami trading halt pagi ini, Kamis (29/1/2026), setelah turun 8% ke level 7.654,66. Sebanyak 694 saham melemah, 34 menguat, dan 230 stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,78 triliun, melibatkan 12,07 miliar saham dalam 852.200 kali transaksi.

Tekanan pasar kali ini masih dipengaruhi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Perkenalkan Danantara di Davos Sebut Asetnya 1 Triliun Dollar

Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Overview

  • IHSG kembali mengalami trading halt Kamis (29/1/2026) setelah anjlok 8% ke level 7.654,66, dengan transaksi senilai Rp10,78 triliun.
  • Penurunan dipicu sentimen negatif dari MSCI, yang menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan data free float di Indonesia.
  • Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight, memperkirakan aksi jual pasif investor global akan berlanjut dan menahan kinerja pasar.

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami trading halt pagi ini, Kamis (29/1/2026), setelah turun 8% ke level 7.654,66. Sebanyak 694 saham melemah, 34 menguat, dan 230 stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,78 triliun, melibatkan 12,07 miliar saham dalam 852.200 kali transaksi.

Tekanan pasar kali ini masih dipengaruhi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan.

Baca Juga: 
Danantara Buka Alasan Ingin Jadi Pemegang Saham BEI, Rosan: Praktik Umum di Banyak Negara

Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/