Overview
- Harga emas mencetak rekor baru di atas USD 4.800 per ons didorong ketegangan geopolitik global.
- Perak justru mengalami koreksi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sepanjang masa.
- Arah kebijakan suku bunga The Fed turut memengaruhi pergerakan logam mulia.
SulawesiPos.com – Harga emas dunia kembali menorehkan sejarah dengan menembus level USD 4.800 per ons untuk pertama kalinya, seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor memburu aset lindung nilai.
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026) waktu Asia, emas di pasar spot menguat signifikan.
Logam mulia tersebut tercatat naik sekitar 1,6 persen ke posisi USD 4.838,91 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di kisaran USD 4.887,82 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari turut melonjak sekitar 1,7 persen dan diperdagangkan di level USD 4.844,20 per ons.
Lonjakan harga emas tak lepas dari meningkatnya tensi geopolitik global.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait keinginannya memperluas pengaruh AS atas Greenland memicu kegelisahan pasar, meski ia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer.

