Categories: Ekonomi

ITDC Klaim Investasi di Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun

Overview:

  • KEK Mandalika mencatatkan total investasi kumulatif sebesar Rp5,96 triliun dengan total 34 investor hingga akhir 2025.
  • Investor asal Spanyol menyuntikkan dana Rp54,17 miliar di awal 2026 untuk pembangunan vila eksklusif.
  • Pengembangan kawasan dipastikan tetap mengutamakan penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

SulawesiPos.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika terus menunjukkan daya tarik kuat bagi penanam modal nasional maupun internasional.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatatkan realisasi investasi kumulatif di kawasan tersebut telah menyentuh angka Rp5,96 triliun hingga akhir tahun 2025.

Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 34 investor yang resmi menjalin kerja sama untuk mengembangkan destinasi di Lombok Tengah tersebut.

“Kondisi ini merupakan kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Indonesia,” ujar Bambang, dilansir dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Tren positif ini berlanjut hingga awal tahun 2026 dengan masuknya investor asal Spanyol.

Investor tersebut berkomitmen mengucurkan dana sebesar Rp54,17 miliar untuk membangun akomodasi vila di Lot KGH1 dan KGH2.

Kehadiran pemodal Eropa ini dinilai memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang kompetitif di pasar global.

Direktur Komersial ITDC, Febrina Meidiana menegaskan bahwa masuknya modal asing ini adalah bukti kepercayaan terhadap kepastian hukum dan tata kelola kawasan.

“Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan,” jelas Febrina.

Dalam setiap pengembangannya, ITDC memastikan pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan tetap mengacu pada masterplan kawasan.

Selain mengejar nilai ekonomi, pembangunan fasilitas pariwisata ini juga ditargetkan memberikan dampak sosial yang luas, terutama dalam penciptaan lapangan kerja bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB).

ITDC berharap ekosistem pariwisata lokal semakin kuat dengan hadirnya akomodasi-akomodasi baru.

Pembangunan vila oleh investor Spanyol ini diprediksi akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.

“Tujuannya adalah menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal,” tambah Febrina.

Seiring dengan terus bertambahnya jumlah investor, konektivitas pariwisata di NTB diyakini akan semakin solid.

Pemerintah dan ITDC berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif guna mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah.

Mandalika kini bukan lagi sekadar sirkuit balap, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata berkelanjutan.

Pihak otoritas KEK Mandalika optimistis jumlah investasi akan terus bergerak maju sepanjang tahun 2026.

Fokus ke depan adalah melengkapi fasilitas penunjang lainnya agar wisatawan mancanegara semakin nyaman dan lama tinggal di Pulau Lombok.

Muh Amar Masyhudul Haq

Share
Published by
Muh Amar Masyhudul Haq
Tags: ekonomi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Lombok Mandalika