30 C
Makassar
18 January 2026, 15:56 PM WITA

Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Siap Beroperasi 2026

Fasilitas kedua adalah Cell Plant, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai sebagai unit dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik maupun aplikasi energi lainnya.

Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026, sekaligus menjadi tonggak peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri EV nasional.

Negara Hadir Dorong Teknologi dan SDM

Dilansir dari Antara, dalam Ceremony First Incoming Equipment to Cell yang digelar Kamis (15/1/2026), Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan fondasi industri strategis berbasis teknologi.

Menurutnya, pengembangan ekosistem baterai terintegrasi akan memperkuat kapasitas manufaktur nasional, sekaligus mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta integrasi industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

Riset dan Hilirisasi Disiapkan hingga 2028

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL.

Baca Juga: 
Panen Raya di Sulsel, Warga Binaan Hasilkan 2,6 Ton Bahan Pangan

Kerja sama ini mencakup riset dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik.

MoU tersebut menjadi bagian dari persiapan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi hulu–hilir di Indonesia pada 2028, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri baterai global.

Fasilitas kedua adalah Cell Plant, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai sebagai unit dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik maupun aplikasi energi lainnya.

Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026, sekaligus menjadi tonggak peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri EV nasional.

Negara Hadir Dorong Teknologi dan SDM

Dilansir dari Antara, dalam Ceremony First Incoming Equipment to Cell yang digelar Kamis (15/1/2026), Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan fondasi industri strategis berbasis teknologi.

Menurutnya, pengembangan ekosistem baterai terintegrasi akan memperkuat kapasitas manufaktur nasional, sekaligus mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta integrasi industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

Riset dan Hilirisasi Disiapkan hingga 2028

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL.

Baca Juga: 
Harga Emas Antam di Makassar Turun Lagi, Sisa Rp2,4 Juta per Gram!

Kerja sama ini mencakup riset dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik.

MoU tersebut menjadi bagian dari persiapan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi hulu–hilir di Indonesia pada 2028, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri baterai global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/