Hal ini dipersepsikan pasar sebagai upaya politik untuk mempercepat pergantian pimpinan bank sentral sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa menilai koreksi ini masih dalam tahap wajar setelah indeks menyentuh rekor 9.000.
Namun, ia menyoroti koreksi tajam pada saham berisiko tinggi yang memperberat laju indeks.
Menurutnya, pasar kini membutuhkan katalis fundamental yang kuat untuk kembali menembus level 9.000.
Untuk perdagangan Selasa (13/01/2026), Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah di rentang support 8.725-8.800 dan resistance 8.950.

