24 C
Makassar
18 January 2026, 20:39 PM WITA

Krisis RAM Bayangi Pasar Teknologi Awal 2026, Harga Laptop dan Smartphone Ikut Terdampak

Overview

  • Krisis pasokan RAM global di awal 2026 memicu kenaikan harga perangkat elektronik seperti laptop, PC, dan smartphone.

  • Lonjakan permintaan RAM untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) membuat produsen mengurangi produksi memori konsumen.

  • Dampak krisis RAM diperkirakan berlanjut sepanjang 2026 dan mendorong konsumen lebih selektif dalam membeli gadget baru.

SulawesiPos.com – Memasuki awal tahun 2026, pasar teknologi global dihadapkan pada tekanan baru akibat krisis pasokan RAM.

Kondisi ini mulai terasa di berbagai lini produk, mulai dari PC rakitan, laptop, hingga smartphone, dengan dampak paling nyata berupa kenaikan harga perangkat elektronik.

RAM sebagai komponen vital dalam hampir semua perangkat digital kini menjadi barang yang semakin mahal.

Kenaikan harganya bukan hanya memengaruhi industri teknologi, tetapi juga perlahan mengubah perilaku konsumen yang mulai menunda pembelian atau beralih ke perangkat dengan spesifikasi lebih rendah atau bahkan melirik produk bekas.

Sejumlah laporan industri memproyeksikan harga RAM pada 2026 naik sekitar 30 hingga 50 persen, dan tren tersebut diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Baca Juga: 
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya Prediksi Pelemahan Hanya Sementara

Bahkan sejak akhir 2025, harga RAM sudah menunjukkan lonjakan signifikan, dengan kenaikan berkisar 8 hingga 30 dolar AS atau setara ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan kapasitas.

Kenaikan ini berlaku hampir di semua lini RAM, mulai dari DDR4 dan DDR5 untuk PC, hingga LPDDR4x dan LPDDR5X yang umum digunakan pada smartphone.

Overview

  • Krisis pasokan RAM global di awal 2026 memicu kenaikan harga perangkat elektronik seperti laptop, PC, dan smartphone.

  • Lonjakan permintaan RAM untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) membuat produsen mengurangi produksi memori konsumen.

  • Dampak krisis RAM diperkirakan berlanjut sepanjang 2026 dan mendorong konsumen lebih selektif dalam membeli gadget baru.

SulawesiPos.com – Memasuki awal tahun 2026, pasar teknologi global dihadapkan pada tekanan baru akibat krisis pasokan RAM.

Kondisi ini mulai terasa di berbagai lini produk, mulai dari PC rakitan, laptop, hingga smartphone, dengan dampak paling nyata berupa kenaikan harga perangkat elektronik.

RAM sebagai komponen vital dalam hampir semua perangkat digital kini menjadi barang yang semakin mahal.

Kenaikan harganya bukan hanya memengaruhi industri teknologi, tetapi juga perlahan mengubah perilaku konsumen yang mulai menunda pembelian atau beralih ke perangkat dengan spesifikasi lebih rendah atau bahkan melirik produk bekas.

Sejumlah laporan industri memproyeksikan harga RAM pada 2026 naik sekitar 30 hingga 50 persen, dan tren tersebut diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Baca Juga: 
Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

Bahkan sejak akhir 2025, harga RAM sudah menunjukkan lonjakan signifikan, dengan kenaikan berkisar 8 hingga 30 dolar AS atau setara ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan kapasitas.

Kenaikan ini berlaku hampir di semua lini RAM, mulai dari DDR4 dan DDR5 untuk PC, hingga LPDDR4x dan LPDDR5X yang umum digunakan pada smartphone.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/