Categories: Ekonomi

Krisis RAM Bayangi Pasar Teknologi Awal 2026, Harga Laptop dan Smartphone Ikut Terdampak

Overview

  • Krisis pasokan RAM global di awal 2026 memicu kenaikan harga perangkat elektronik seperti laptop, PC, dan smartphone.

  • Lonjakan permintaan RAM untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) membuat produsen mengurangi produksi memori konsumen.

  • Dampak krisis RAM diperkirakan berlanjut sepanjang 2026 dan mendorong konsumen lebih selektif dalam membeli gadget baru.

SulawesiPos.com – Memasuki awal tahun 2026, pasar teknologi global dihadapkan pada tekanan baru akibat krisis pasokan RAM.

Kondisi ini mulai terasa di berbagai lini produk, mulai dari PC rakitan, laptop, hingga smartphone, dengan dampak paling nyata berupa kenaikan harga perangkat elektronik.

RAM sebagai komponen vital dalam hampir semua perangkat digital kini menjadi barang yang semakin mahal.

Kenaikan harganya bukan hanya memengaruhi industri teknologi, tetapi juga perlahan mengubah perilaku konsumen yang mulai menunda pembelian atau beralih ke perangkat dengan spesifikasi lebih rendah atau bahkan melirik produk bekas.

Sejumlah laporan industri memproyeksikan harga RAM pada 2026 naik sekitar 30 hingga 50 persen, dan tren tersebut diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Bahkan sejak akhir 2025, harga RAM sudah menunjukkan lonjakan signifikan, dengan kenaikan berkisar 8 hingga 30 dolar AS atau setara ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan kapasitas.

Kenaikan ini berlaku hampir di semua lini RAM, mulai dari DDR4 dan DDR5 untuk PC, hingga LPDDR4x dan LPDDR5X yang umum digunakan pada smartphone.

Kondisi tersebut paling terasa bagi konsumen individual, seperti pengguna PC rumahan dan gamer, yang sensitif terhadap fluktuasi harga komponen.

Dampak krisis RAM juga merambat ke sektor smartphone. Produksi RAM untuk ponsel diperkirakan semakin terbatas, menyebabkan harga perangkat dari berbagai kelas, mulai dari entry-level hingga flagship, ikut terkerek naik.

Bahkan, beberapa produsen besar secara terbuka mengakui bahwa menjual ponsel dengan harga sangat murah seperti tahun-tahun sebelumnya akan semakin sulit dilakukan sepanjang 2026.

Tak hanya RAM, komponen penyimpanan seperti SSD juga mulai mengalami kenaikan harga. Namun, lonjakannya relatif lebih terkendali dibanding RAM.

Hingga awal 2026, kenaikan SSD, terutama NVMe berkapasitas besar, masih berada di level belasan dolar dan belum memberi tekanan signifikan pada harga perangkat secara keseluruhan.

Di balik kondisi ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai faktor utama.

Pertumbuhan pesat data center AI membuat permintaan RAM kelas enterprise melonjak tajam.

Produsen memori global pun mengalihkan fokus produksi mereka ke RAM khusus AI yang dinilai lebih menguntungkan dibanding RAM untuk kebutuhan konsumen.

Akibatnya, produksi RAM untuk PC, laptop, dan smartphone mulai dikurangi. Beberapa produsen besar bahkan telah mengumumkan penyesuaian lini bisnis, dengan mengurangi atau menghentikan produksi memori konsumen demi memenuhi permintaan sektor AI.

Hingga hari ini, pelaku industri memprediksi kondisi pasar belum akan kembali normal dalam waktu singkat.

Konsumen pun dihadapkan pada realitas baru, harga perangkat elektronik yang lebih mahal, pilihan spesifikasi yang semakin terbatas, serta kebutuhan untuk lebih selektif sebelum membeli perangkat baru di sepanjang 2026.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Kecerdasan Buatan RAM handphone laptop krisis RAM kenaikan harga ponsel