24 C
Makassar
18 January 2026, 20:40 PM WITA

Krisis RAM Bayangi Pasar Teknologi Awal 2026, Harga Laptop dan Smartphone Ikut Terdampak

Kondisi tersebut paling terasa bagi konsumen individual, seperti pengguna PC rumahan dan gamer, yang sensitif terhadap fluktuasi harga komponen.

Dampak krisis RAM juga merambat ke sektor smartphone. Produksi RAM untuk ponsel diperkirakan semakin terbatas, menyebabkan harga perangkat dari berbagai kelas, mulai dari entry-level hingga flagship, ikut terkerek naik.

Bahkan, beberapa produsen besar secara terbuka mengakui bahwa menjual ponsel dengan harga sangat murah seperti tahun-tahun sebelumnya akan semakin sulit dilakukan sepanjang 2026.

Tak hanya RAM, komponen penyimpanan seperti SSD juga mulai mengalami kenaikan harga. Namun, lonjakannya relatif lebih terkendali dibanding RAM.

Hingga awal 2026, kenaikan SSD, terutama NVMe berkapasitas besar, masih berada di level belasan dolar dan belum memberi tekanan signifikan pada harga perangkat secara keseluruhan.

Di balik kondisi ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai faktor utama.

Pertumbuhan pesat data center AI membuat permintaan RAM kelas enterprise melonjak tajam.

Produsen memori global pun mengalihkan fokus produksi mereka ke RAM khusus AI yang dinilai lebih menguntungkan dibanding RAM untuk kebutuhan konsumen.

Baca Juga: 
IHSG Kembali Pecahkan Rekor ATH di Level 8.933

Akibatnya, produksi RAM untuk PC, laptop, dan smartphone mulai dikurangi. Beberapa produsen besar bahkan telah mengumumkan penyesuaian lini bisnis, dengan mengurangi atau menghentikan produksi memori konsumen demi memenuhi permintaan sektor AI.

Hingga hari ini, pelaku industri memprediksi kondisi pasar belum akan kembali normal dalam waktu singkat.

Konsumen pun dihadapkan pada realitas baru, harga perangkat elektronik yang lebih mahal, pilihan spesifikasi yang semakin terbatas, serta kebutuhan untuk lebih selektif sebelum membeli perangkat baru di sepanjang 2026.

Kondisi tersebut paling terasa bagi konsumen individual, seperti pengguna PC rumahan dan gamer, yang sensitif terhadap fluktuasi harga komponen.

Dampak krisis RAM juga merambat ke sektor smartphone. Produksi RAM untuk ponsel diperkirakan semakin terbatas, menyebabkan harga perangkat dari berbagai kelas, mulai dari entry-level hingga flagship, ikut terkerek naik.

Bahkan, beberapa produsen besar secara terbuka mengakui bahwa menjual ponsel dengan harga sangat murah seperti tahun-tahun sebelumnya akan semakin sulit dilakukan sepanjang 2026.

Tak hanya RAM, komponen penyimpanan seperti SSD juga mulai mengalami kenaikan harga. Namun, lonjakannya relatif lebih terkendali dibanding RAM.

Hingga awal 2026, kenaikan SSD, terutama NVMe berkapasitas besar, masih berada di level belasan dolar dan belum memberi tekanan signifikan pada harga perangkat secara keseluruhan.

Di balik kondisi ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai faktor utama.

Pertumbuhan pesat data center AI membuat permintaan RAM kelas enterprise melonjak tajam.

Produsen memori global pun mengalihkan fokus produksi mereka ke RAM khusus AI yang dinilai lebih menguntungkan dibanding RAM untuk kebutuhan konsumen.

Baca Juga: 
IHSG Kembali Pecahkan Rekor ATH di Level 8.933

Akibatnya, produksi RAM untuk PC, laptop, dan smartphone mulai dikurangi. Beberapa produsen besar bahkan telah mengumumkan penyesuaian lini bisnis, dengan mengurangi atau menghentikan produksi memori konsumen demi memenuhi permintaan sektor AI.

Hingga hari ini, pelaku industri memprediksi kondisi pasar belum akan kembali normal dalam waktu singkat.

Konsumen pun dihadapkan pada realitas baru, harga perangkat elektronik yang lebih mahal, pilihan spesifikasi yang semakin terbatas, serta kebutuhan untuk lebih selektif sebelum membeli perangkat baru di sepanjang 2026.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/