27 C
Makassar
18 January 2026, 18:31 PM WITA

IHSG Kembali Pecahkan Rekor ATH di Level 8.933

SulawesiPos.com – Pasar modal Indonesia kembali menguat hingga mencapai All Time High (ATH) pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 74,42 poin atau melonjak 0,84% ke level 8.933,61.

Reli spektakuler ini membawa kapitalisasi pasar bursa domestik meroket hingga menyentuh angka Rp 16.337 triliun, sebuah pencapaian yang kian mendekati valuasi fantastis sebesar US$ 1 triliun.

Laju IHSG menuju level tertinggi ini didorong oleh aksi beli masif dengan nilai transaksi mencapai Rp 34,14 triliun.

Sektor barang baku menjadi motor utama penggerak indeks, didukung oleh performa saham-saham kelas berat (big caps) seperti AMMN, BBCA, BBRI, MDKA, dan PTRO.

Di pasar reguler, saham komoditas masih menjadi primadona. Saham BUMI mencatatkan transaksi jumbo sebesar Rp 4,02 triliun, disusul oleh DEWA (Rp 2 triliun) dan AMMN (Rp 1,29 triliun).

Tak hanya di pasar reguler, pasar negosiasi juga terpantau ramai dengan transaksi signifikan pada saham DEWA dan BBRI.

Pencapaian rekor ATH ini terjadi di tengah situasi global yang sedang bergejolak. Investor dalam negeri nampaknya cenderung mengabaikan turbulensi geopolitik di Amerika Latin pasca-operasi militer AS yang menyasar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Baca Juga: 
IHSG Sempat Capai 9.000, Menkeu Purbaya Sebut Ini Baru Permulaan

Direktur Henan Asset, Markam Halim, menilai bahwa fundamental dalam negeri menjadi daya tarik utama bagi para pemodal.

“Tren pergerakan positif indeks tidak lepas dari dorongan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi RI seiring dengan dukungan fiskal yang semakin difokuskan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Markam.

SulawesiPos.com – Pasar modal Indonesia kembali menguat hingga mencapai All Time High (ATH) pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 74,42 poin atau melonjak 0,84% ke level 8.933,61.

Reli spektakuler ini membawa kapitalisasi pasar bursa domestik meroket hingga menyentuh angka Rp 16.337 triliun, sebuah pencapaian yang kian mendekati valuasi fantastis sebesar US$ 1 triliun.

Laju IHSG menuju level tertinggi ini didorong oleh aksi beli masif dengan nilai transaksi mencapai Rp 34,14 triliun.

Sektor barang baku menjadi motor utama penggerak indeks, didukung oleh performa saham-saham kelas berat (big caps) seperti AMMN, BBCA, BBRI, MDKA, dan PTRO.

Di pasar reguler, saham komoditas masih menjadi primadona. Saham BUMI mencatatkan transaksi jumbo sebesar Rp 4,02 triliun, disusul oleh DEWA (Rp 2 triliun) dan AMMN (Rp 1,29 triliun).

Tak hanya di pasar reguler, pasar negosiasi juga terpantau ramai dengan transaksi signifikan pada saham DEWA dan BBRI.

Pencapaian rekor ATH ini terjadi di tengah situasi global yang sedang bergejolak. Investor dalam negeri nampaknya cenderung mengabaikan turbulensi geopolitik di Amerika Latin pasca-operasi militer AS yang menyasar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Baca Juga: 
Proyeksi Saham 2026: Menakar Peluang January Effect

Direktur Henan Asset, Markam Halim, menilai bahwa fundamental dalam negeri menjadi daya tarik utama bagi para pemodal.

“Tren pergerakan positif indeks tidak lepas dari dorongan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi RI seiring dengan dukungan fiskal yang semakin difokuskan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Markam.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/