Categories: Ekonomi

IHSG Menguat Tajam di Awal 2026, Melonjak 1,27 Persen

SulawesiPos.com – Euforia pasar saham kembali terasa di lantai bursa Indonesia pada awal pekan ini.

Aktivitas jual beli saham berlangsung padat, didorong oleh lonjakan minat investor terhadap saham-saham komoditas dan emiten berkapitalisasi besar.

Dari dinamika tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menorehkan catatan sejarah baru.

Pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu melonjak 111,06 poin atau 1,27 persen dan parkir di level 8.859,19.

Angka tersebut sekaligus menandai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Kuatnya pergerakan indeks sejalan dengan tingginya nilai transaksi harian yang mencapai Rp30,32 triliun.

Sebanyak 70,25 miliar saham diperdagangkan melalui 4,01 juta kali transaksi, mendorong kapitalisasi pasar naik hingga Rp16.194 triliun.

Dari total saham yang diperdagangkan, 446 saham ditutup menguat, 246 melemah, dan 114 saham stagnan.

Dominasi saham hijau mencerminkan sentimen positif investor yang masih bertahan di awal tahun.

Perdagangan hari ini turut diramaikan oleh saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham paling aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp5,91 triliun.

Aktivitas tersebut diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp1,55 triliun dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp1,2 triliun.

Ketiga saham ini secara agregat menyumbang lebih dari seperempat total nilai transaksi bursa.

Selain pasar reguler, transaksi bernilai besar juga tercatat di pasar negosiasi.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat transaksi senilai Rp189,2 miliar yang dilakukan dalam empat kali kesepakatan dengan harga rata-rata Rp1.494 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga dibukukan transaksi negosiasi senilai Rp164,8 miliar yang melibatkan 449,1 ribu lot dalam 17 kali transaksi, dengan harga rata-rata Rp3.669 per saham atau lebih tinggi dibandingkan harga di pasar reguler.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona hijau. 

Sektor energi dan barang baku tampil sebagai pendorong utama penguatan indeks, seiring meningkatnya minat investor pada saham berbasis komoditas.

Di sisi lain, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan koreksi paling dalam.

Saham-saham yang berkontribusi besar terhadap kenaikan IHSG antara lain BYAN, BRMS, BUMI, TLKM, dan AMMN. Adapun saham DSSA, CUAN, BMRI, GOTO, dan BBRI tercatat sebagai penahan laju penguatan indeks. (ayi)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: IHSG Saham