27 C
Makassar
18 January 2026, 19:10 PM WITA

IHSG Menguat Tajam di Awal 2026, Melonjak 1,27 Persen

Aktivitas tersebut diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp1,55 triliun dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp1,2 triliun.

Ketiga saham ini secara agregat menyumbang lebih dari seperempat total nilai transaksi bursa.

Selain pasar reguler, transaksi bernilai besar juga tercatat di pasar negosiasi.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat transaksi senilai Rp189,2 miliar yang dilakukan dalam empat kali kesepakatan dengan harga rata-rata Rp1.494 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga dibukukan transaksi negosiasi senilai Rp164,8 miliar yang melibatkan 449,1 ribu lot dalam 17 kali transaksi, dengan harga rata-rata Rp3.669 per saham atau lebih tinggi dibandingkan harga di pasar reguler.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona hijau. 

Sektor energi dan barang baku tampil sebagai pendorong utama penguatan indeks, seiring meningkatnya minat investor pada saham berbasis komoditas.

Di sisi lain, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan koreksi paling dalam.

Baca Juga: 
Perdagangan Saham Kembali Dibuka, IHSG Menguat 0,34 Persen ke 8.676 Awal 2026

Saham-saham yang berkontribusi besar terhadap kenaikan IHSG antara lain BYAN, BRMS, BUMI, TLKM, dan AMMN. Adapun saham DSSA, CUAN, BMRI, GOTO, dan BBRI tercatat sebagai penahan laju penguatan indeks. (ayi)

Aktivitas tersebut diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp1,55 triliun dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp1,2 triliun.

Ketiga saham ini secara agregat menyumbang lebih dari seperempat total nilai transaksi bursa.

Selain pasar reguler, transaksi bernilai besar juga tercatat di pasar negosiasi.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat transaksi senilai Rp189,2 miliar yang dilakukan dalam empat kali kesepakatan dengan harga rata-rata Rp1.494 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga dibukukan transaksi negosiasi senilai Rp164,8 miliar yang melibatkan 449,1 ribu lot dalam 17 kali transaksi, dengan harga rata-rata Rp3.669 per saham atau lebih tinggi dibandingkan harga di pasar reguler.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona hijau. 

Sektor energi dan barang baku tampil sebagai pendorong utama penguatan indeks, seiring meningkatnya minat investor pada saham berbasis komoditas.

Di sisi lain, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan koreksi paling dalam.

Baca Juga: 
Menkeu Purbaya Proyeksikan IHSG Tembus 10.000 pada 2026

Saham-saham yang berkontribusi besar terhadap kenaikan IHSG antara lain BYAN, BRMS, BUMI, TLKM, dan AMMN. Adapun saham DSSA, CUAN, BMRI, GOTO, dan BBRI tercatat sebagai penahan laju penguatan indeks. (ayi)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/