“Sekarang saya bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6 persen, walaupun di APBN 5,4 ya, saya akan paksa dorong ke 6 persen, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral,” tegasnya.
Tak hanya dari sisi belanja, pemerintah juga menyiapkan penyesuaian regulasi yang dinilai berpotensi menghambat arus investasi.
Penyederhanaan aturan dan peningkatan kepastian hukum menjadi fokus untuk menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dengan kombinasi belanja negara yang agresif, kebijakan yang selaras, serta iklim investasi yang lebih kondusif, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 dapat melampaui target awal dan menjadi fondasi kuat. (ayi)

