30 C
Makassar
18 January 2026, 15:56 PM WITA

Menteri Keuangan Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2026

SulawesiPos.com – Pemerintah memasang target optimistis terhadap kinerja perekonomian nasional pada 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus angka 6 persen, lebih tinggi dari asumsi makro dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

Target tersebut, menurut Purbaya, bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong laju ekonomi, mulai dari percepatan belanja negara hingga penguatan iklim investasi.

“Tahun 2026, seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen. Seperti yang saya bilang sebelumnya. Saya kira, tidak terlalu sulit untuk dicapai,” ujar Purbaya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Minggu (4/1/2026).

Salah satu kunci utama yang disoroti adalah akselerasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah mendorong agar realisasi belanja dilakukan sejak awal tahun anggaran.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia.

Sinkronisasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: 
Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas, Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

SulawesiPos.com – Pemerintah memasang target optimistis terhadap kinerja perekonomian nasional pada 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus angka 6 persen, lebih tinggi dari asumsi makro dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

Target tersebut, menurut Purbaya, bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong laju ekonomi, mulai dari percepatan belanja negara hingga penguatan iklim investasi.

“Tahun 2026, seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen. Seperti yang saya bilang sebelumnya. Saya kira, tidak terlalu sulit untuk dicapai,” ujar Purbaya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Minggu (4/1/2026).

Salah satu kunci utama yang disoroti adalah akselerasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah mendorong agar realisasi belanja dilakukan sejak awal tahun anggaran.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia.

Sinkronisasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: 
Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat Dalam Dua Pekan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/