Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memberikan catatan strategis terkait melajunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan tahun 2026.
Hipmi mendesak agar gairah di pasar modal tersebut segera diikuti oleh langkah-langkah konkret dari pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh para pelaku usaha di sektor riil, terutama kelompok pengusaha menengah dan UMKM.
Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD, Anthony Leong menyampaikan bahwa penguatan indikator pasar modal tidak boleh hanya berhenti sebagai prestasi angka semata.
Pemerintah dituntut untuk memastikan hadirnya ekosistem usaha yang kondusif melalui perluasan akses permodalan dengan bunga terjangkau, pemberian insentif usaha, serta penyederhanaan regulasi.
Menurut Anthony, transformasi dari pertumbuhan pasar saham ke penguatan daya beli dan produktivitas masyarakat sangat bergantung pada peran pelaku usaha kecil hingga menengah.
“Pasar modal yang menguat harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil. Di sinilah peran pengusaha kelas menengah dan UMKM menjadi sangat penting,” keterangan Anthony pada Sabtu (03/01/2026) dilansir dari Antara.
Salah satu poin penting yang diangkat Hipmi adalah adanya ketimpangan perhatian kebijakan (polarisasi) yang selama ini terjadi.
Anthony menilai kebijakan ekonomi sering kali hanya terfokus pada dua kutub: korporasi besar yang sudah mapan atau pelaku UMKM mikro.

