SulawesiPos.com – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Per Senin (29/12/2025), harga emas tercatat menembus Rp2.596.000 per gram.
Kenaikan ini kembali menegaskan posisi emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan tahan gejolak, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tak heran, minat masyarakat untuk mulai berinvestasi emas kian meningkat. Namun, bagi pemula, pertanyaan yang sering muncul adalah: harus mulai dari mana?
Berikut beberapa cara dan tempat investasi emas yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan modal.
PT Aneka Tambang (Antam) menjadi pilihan paling konvensional dan terpercaya. Emas batangan Antam memiliki tingkat kemurnian 99,99 persen atau setara 24 karat.
Pembelian dapat dilakukan langsung di Butik Emas Logam Mulia atau secara daring melalui situs resmi logammulia.com.
Kelebihan emas Antam terletak pada jaminan keaslian, likuiditas tinggi, serta mudah dijual kembali di berbagai tempat.
Pegadaian menawarkan dua skema utama, yakni pembelian emas fisik dan tabungan emas.
Melalui tabungan emas, investor dapat membeli emas mulai dari 0,01 gram dengan setoran awal sekitar Rp50.000.
Biaya administrasi relatif rendah, bahkan bebas biaya penitipan dan administrasi pada tahun pertama.
Pegadaian juga dikenal memiliki harga buyback yang kompetitif, sehingga cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
Bagi yang ingin praktis, Pluang menjadi alternatif investasi emas digital.
Aplikasi ini terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dengan modal awal investasi mulai dari Rp5.000 tanpa biaya tambahan.
Pluang juga telah terintegrasi dengan berbagai marketplace dan layanan digital, sehingga memudahkan akses bagi investor pemula.
Sejumlah marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak menyediakan fitur investasi emas digital.
Selain itu, layanan serupa juga tersedia di dompet digital seperti DANA dan OVO.
Keunggulannya adalah kemudahan transaksi, modal kecil, serta fleksibilitas pembelian kapan saja.
Intinya, investasi emas kini tidak lagi rumit. Pilih metode yang sesuai dengan tujuan, modal, dan kenyamanan.
Yang terpenting, pahami mekanisme pembelian, penyimpanan, dan penjualan kembali sebelum mulai berinvestasi.